Batang, 8 Agustus 2026. Penerapan Smart Light Trap Desa Kluwih menjadi salah satu langkah yang dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja
Nyata Tematik (KKN-T) IDBU 36 Universitas Diponegoro (UNDIP) dalam mendukung
sektor pertanian di Desa Kluwih, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Melalui
kegiatan ini, mahasiswa memperkenalkan teknologi yang dapat dimanfaatkan
masyarakat sekaligus mendukung kebutuhan petani di lingkungan pertanian.
Melalui penerapan Smart Light Trap berbasis
energi terbarukan, mahasiswa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai
pemanfaatan energi surya sekaligus memperkenalkan teknologi sebagai salah satu
pendekatan preventif dalam pengendalian dan pemantauan hama pada tanaman
jagung. Pengenalan dilakukan agar masyarakat tidak hanya mengetahui bentuk
alat, tetapi juga memahami fungsi dan prinsip kerja sistem yang digunakan.
Kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada
penyerahan alat, tetapi juga dilengkapi dengan sosialisasi mengenai prinsip
kerja sistem serta demonstrasi penggunaan Smart Light Trap secara langsung di
lahan pertanian. Sosialisasi diberikan untuk mengenalkan komponen dan cara
kerja alat, sedangkan demonstrasi dilakukan agar masyarakat dapat melihat
penerapannya secara langsung.
Edukasi Sistem Light Trap Otomatis
Kegiatan diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat dan petani Desa Kluwih yang dilaksanakan di Balai Desa. Dalam kegiatan tersebut Fauzaan Rafiif Hidayatulloh memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar sistem kontrol yang diterapkan pada Smart Light Trap.

Mahasiswa memperkenalkan sejumlah komponen
utama dalam sistem Smart Light Trap, yaitu panel surya, baterai, Modul
Kontroller, dan lampu ultraviolet (UV). Pengenalan dilakukan agar petani
mengetahui fungsi setiap komponen dan memahami perannya dalam mendukung kerja
alat secara keseluruhan.
Panel surya berfungsi mengubah energi matahari
menjadi energi listrik. Energi tersebut kemudian diatur melalui modul kontroller sebelum disimpan ke dalam baterai dan digunakan untuk menyuplai
lampu UV pada Smart Light Trap. Melalui penjelasan ini, masyarakat memperoleh
gambaran mengenai alur pemanfaatan energi dari pembangkitan hingga digunakan
untuk mengoperasikan alat. Pemahaman mengenai alur tersebut menjadi penting agar petani dapat mengetahui bagaimana energi matahari dimanfaatkan untuk mendukung operasional alat. Dengan edukasi ini, teknologi energi terbarukan diperkenalkan tidak hanya sebagai sumber energi alternatif, tetapi juga sebagai bagian dari penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian.
Melalui penjelasan tersebut, petani tidak hanya
diperkenalkan dengan fungsi masing-masing komponen, tetapi juga diajak memahami
bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja sebagai satu kesatuan sistem.
Dengan demikian, edukasi tidak berhenti pada pengenalan perangkat, tetapi juga
mencakup pemahaman mengenai sistem secara keseluruhan.
Smart Light Trap menjadi contoh penerapan teknologi yang mengintegrasikan energi matahari, penyimpanan energi, dan teknologi perangkap cahaya dalam satu perangkat. Integrasi tersebut memperlihatkan bagaimana energi terbarukan dapat dipadukan dengan teknologi yang digunakan dalam kegiatan pertanian.
Smart Light Trap untuk Mendukung Monitoring Hama
Selain menjelaskan mengenai cara kerjanya, mahasiswa juga memberikan pemahaman mengenai fungsi Smart Light Trap dalam mendukung pengendalian hama pada tanaman jagung. Penjelasan tersebut diarahkan agar petani memahami penggunaan alat dalam membantu pemantauan keberadaan serangga di lahan.
Lampu UV pada alat digunakan untuk menarik
serangga yang memiliki ketertarikan terhadap cahaya. Serangga yang tertarik
kemudian diarahkan menuju mekanisme perangkap yang tersedia pada perangkat.
Penjelasan mengenai proses tersebut diberikan agar petani dapat memahami cara
kerja alat.
Pemanfaatan Smart Light Trap diharapkan dapat
membantu petani dalam melakukan pengendalian sekaligus pemantauan keberadaan
serangga di lahan pertanian. Teknologi ini diperkenalkan sebagai salah satu
pendekatan preventif yang dapat mendukung pengendalian hama terpadu pada
tanaman jagung.
Penyerahan dan Demonstrasi Langsung di Lahan Pertanian
Setelah kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKN-T
IDBU 36 UNDIP melanjutkan kegiatan dengan penyerahan Smart Light Trap yang
dihadiri oleh para petani serta Petugas Penyuluh Lapangan Desa Kluwih.
Penyerahan dilakukan setelah masyarakat mendapatkan penjelasan mengenai sistem
dan cara kerja alat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan
demonstrasi penggunaan alat secara langsung di lahan pertanian jagung.
Mahasiswa menunjukkan cara kerja Smart Light Trap sekaligus kembali menjelaskan
fungsi panel surya, solar charge controller, baterai, dan lampu UV kepada para
petani. Demonstrasi dilakukan agar petani dapat melihat penerapan teknologi
secara langsung.
Demonstrasi secara langsung di lahan pertanian dilakukan agar masyarakat dapat melihat penerapan teknologi tersebut dalam lingkungan pertanian. Dengan demikian, petani memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai pemanfaatan Smart Light Trap untuk mendukung pemantauan dan pengendalian hama.

Petani Sambut Positif Pemanfaatan Teknologi
Salah satu petani jagung di Desa Kluwih, Pak
Untung, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru
mengenai pemanfaatan energi surya dan teknologi dalam mendukung kegiatan
pertanian. Menurutnya, pengenalan Smart Light Trap memberikan gambaran mengenai
penerapan teknologi di lahan jagung.
βAlat ini sangat tepat guna dan banyak serangga yang memang tertarik pada
sinar UV.β
Pak Untung juga berharap Smart Light Trap dapat
dimanfaatkan untuk membantu meninjau seberapa banyak serangga yang terdapat di
lahan jagung. Dengan adanya teknologi tersebut, ia berharap manfaatnya dapat
dirasakan oleh para petani di Desa Kluwih.
Tidak Sekadar Menyerahkan Alat
Bagi mahasiswa KKN-T IDBU 36 UNDIP, penerapan
teknologi di masyarakat tidak cukup hanya dengan menyerahkan perangkat.
Pemahaman masyarakat mengenai teknologi yang digunakan menjadi bagian penting
dari kegiatan tersebut. Karena itu, kegiatan menggabungkan edukasi, pengenalan
komponen, dan demonstrasi penggunaan alat.
Karena itu, sosialisasi dan demonstrasi
dilakukan secara langsung agar petani dapat mengenali fungsi setiap komponen
serta memahami prinsip dasar sistem Smart Light Trap. Penjelasan diberikan
mulai dari komponen hingga cara kerja alat di lahan pertanian.
Pendekatan tersebut diharapkan dapat memberikan
pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai pemanfaatan energi terbarukan
sekaligus membuka peluang penerapan teknologi tepat guna dalam kegiatan
pertanian.
Mendukung SDG 2 dan SDG 12
Penerapan Smart Light Trap ini juga menjadi
bagian dari upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG
2 tentang Tanpa Kelaparan serta SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang
Bertanggung Jawab. Kegiatan tersebut menghubungkan pemanfaatan teknologi tepat
guna dengan kebutuhan sektor pertanian di tingkat masyarakat.
Kontribusi terhadap SDG 2 diwujudkan melalui
pemanfaatan teknologi tepat guna untuk mendukung sektor pertanian, khususnya
dalam upaya pengendalian dan pemantauan hama pada tanaman jagung. Penerapan
teknologi tersebut diharapkan dapat mendukung produktivitas pertanian dan
keberlanjutan kegiatan budidaya.
Sementara itu, penerapan Smart Light Trap yang
memanfaatkan energi surya serta pendekatan preventif dalam pengendalian hama
menjadi bagian dari upaya mendukung SDG 12. Pemanfaatan teknologi tersebut
diharapkan dapat mendorong penggunaan sumber daya secara lebih bijak dan
mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan.
Mendorong Pertanian Berbasis Teknologi
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-T IDBU
36 UNDIP berharap pemanfaatan Smart Light Trap dapat terus dikembangkan dan
dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Kluwih. Pengenalan alat melalui sosialisasi
dan demonstrasi diharapkan menjadi langkah awal dalam memperluas pemahaman
masyarakat mengenai penerapan teknologi di sektor pertanian.
Integrasi antara edukasi energi terbarukan dan
teknologi pertanian diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap
teknologi tepat guna sekaligus mendorong pemanfaatan sumber energi terbarukan
untuk mendukung kegiatan pertanian secara berkelanjutan.