Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

KKN-R Tim II Undip Dorong Pengembangan Desa Wisata Wirun melalui Pemetaan dan Booklet Multilingual

Diterbitkan pada 18 Aug 2026

← Beranda
KKN-R Tim II Undip Dorong Pengembangan Desa Wisata Wirun melalui Pemetaan dan Booklet Multilingual
Desa Wirun, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, memiliki berbagai potensi wisata yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik bagi wisatawan. Potensi tersebut tidak hanya berupa destinasi wisata, tetapi juga mencakup kekayaan budaya dan kesenian yang menjadi bagian dari karakter Desa Wirun. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program yang berfokus pada pemetaan desa wisata serta penyediaan media informasi bagi masyarakat dan wisatawan.

Program tersebut diwujudkan melalui pemasangan banner pemetaan desa wisata yang dilengkapi dengan informasi Sapta Pesona dan barcode untuk mengakses booklet desa wisata secara daring. Kehadiran kedua media tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan potensi wisata Desa Wirun secara lebih terarah sekaligus memberikan kemudahan bagi pengunjung dalam memperoleh informasi mengenai destinasi yang tersedia.

Gambar Artikel

Pemetaan Potensi Wisata Desa Wirun


Pemetaan menjadi salah satu tahap penting dalam pengembangan informasi desa wisata. Melalui pemetaan, berbagai destinasi yang memiliki potensi untuk dikunjungi dapat ditampilkan secara lebih terstruktur sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat mengetahui keberadaan dan persebaran destinasi wisata di Desa Wirun.

Sebelum melakukan pemetaan, mahasiswa KKN-R Tim II Undip melakukan koordinasi dengan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS), salah satunya bersama Bapak Sri Tanto. Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi awal mengenai potensi wisata sekaligus memastikan informasi yang digunakan dalam media pemetaan sesuai dengan kondisi di lapangan.

Tahap berikutnya dilakukan melalui survei secara langsung ke sejumlah lokasi wisata. Survei diperlukan untuk mengetahui kondisi dan lokasi destinasi secara lebih jelas serta mengumpulkan informasi yang nantinya digunakan dalam penyusunan media informasi. Selain survei, mahasiswa juga melakukan wawancara untuk memperoleh keterangan yang lebih lengkap mengenai destinasi wisata yang dipetakan.

Beberapa potensi wisata yang masuk dalam pemetaan meliputi Embung Pengantin, Sahasra Adhi Pura, Wayang Kertas Mbah Brambang, Gendeng Ambar, serta Gamelan Laras Jowo Aji. Destinasi tersebut memiliki karakteristik dan daya tarik yang berbeda sehingga dapat menjadi bagian dari potensi desa wisata yang diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Hasil survei dan pengumpulan informasi tersebut kemudian diolah menjadi pemetaan yang divisualisasikan melalui banner. Banner pemetaan dipasang di halaman depan Balai Desa Wirun pada 18 Agustus 2026. Penempatan banner di lokasi tersebut diharapkan membuat informasi mengenai potensi wisata lebih mudah ditemukan oleh masyarakat maupun pengunjung yang datang ke Desa Wirun.

Banner sebagai Media Informasi Wisata


Banner yang dihasilkan dalam program ini tidak hanya menampilkan pemetaan lokasi destinasi wisata. Di dalamnya juga terdapat informasi mengenai Sapta Pesona yang menjadi salah satu unsur pendukung dalam pengembangan pariwisata. Sapta Pesona mencakup tujuh unsur, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta kenangan.

Pencantuman informasi Sapta Pesona diharapkan dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya menciptakan suasana yang mendukung kenyamanan wisatawan. Dengan demikian, pengembangan desa wisata tidak hanya berkaitan dengan pengenalan destinasi, tetapi juga dengan upaya menciptakan pengalaman yang baik bagi pengunjung.

Selain pemetaan dan Sapta Pesona, banner juga dilengkapi dengan barcode yang dapat dipindai menggunakan perangkat digital. Barcode tersebut mengarahkan pengunjung menuju booklet desa wisata yang dapat diakses secara daring. Dengan adanya akses digital tersebut, informasi yang tersedia tidak hanya terbatas pada informasi yang tercantum di banner, tetapi dapat diperoleh secara lebih lengkap melalui booklet.

Penggunaan barcode juga menjadi salah satu upaya untuk menghubungkan media informasi secara fisik dengan media digital. Pengunjung yang melihat banner dapat langsung mengakses informasi tambahan mengenai destinasi wisata melalui perangkat yang mereka gunakan.

Penyusunan Booklet Desa Wisata Multilingual


Booklet desa wisata menjadi bagian lain dari program yang dikembangkan oleh mahasiswa KKN-R Tim II Undip. Booklet tersebut disusun untuk memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai destinasi wisata yang telah dipetakan. Informasi yang dimuat meliputi lokasi, deskripsi singkat, harga tiket masuk (HTM), jam operasional, serta narahubung yang dapat dihubungi.

Penyusunan booklet dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut dimulai dengan survei dan wawancara untuk mengumpulkan informasi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan materi. Setelah materi terkumpul, dilakukan penyesuaian bahasa agar informasi yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh pembaca.

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam penyusunan booklet adalah penggunaan beberapa bahasa. Informasi dalam booklet disajikan dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, Bahasa Inggris, dan Bahasa Jepang. Penggunaan beberapa bahasa tersebut ditujukan agar informasi mengenai potensi wisata Desa Wirun dapat dipahami oleh masyarakat maupun wisatawan dari berbagai latar belakang.

Penyusunan informasi dalam beberapa bahasa juga membutuhkan penyesuaian agar informasi tidak hanya diterjemahkan secara langsung, tetapi tetap sesuai dengan konteks informasi wisata. Dengan demikian, bahasa yang digunakan diharapkan dapat tetap komunikatif dan mudah dipahami oleh pembaca.

Dalam pelaksanaannya, setiap mahasiswa memiliki peran sesuai dengan bidang yang dikerjakan. Defina dari Sastra Indonesia berperan dalam penyusunan informasi booklet berbahasa Indonesia dan Jawa. Peran tersebut mencakup penyusunan dan penyesuaian bahasa agar informasi wisata dapat disampaikan secara jelas dan komunikatif.

Azzahra Aulia Fitra dari Bahasa Asing Terapan berperan dalam penyusunan informasi booklet berbahasa Inggris dan Jepang. Sementara itu, Laghawatma Abiycahya dari Teknik Arsitektur bertanggung jawab dalam aspek pemetaan dan visualisasi lokasi wisata. Alfath Giri Tirta dari Manajemen Sumberdaya Perairan berperan dalam penyusunan informasi mengenai Sapta Pesona.

Pembagian peran tersebut menunjukkan adanya kolaborasi lintas bidang dalam pelaksanaan program. Setiap mahasiswa memberikan kontribusi berdasarkan keahlian dan tugas masing-masing sehingga menghasilkan media informasi yang menggabungkan unsur pemetaan, kebahasaan, desain, serta informasi pendukung pariwisata.

Mendukung Pengembangan Desa Wisata Wirun

Program pemetaan dan penyusunan booklet multilingual ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengembangan Desa Wisata Wirun. Informasi yang terstruktur dapat membantu masyarakat dan wisatawan mengenali berbagai potensi yang dimiliki Desa Wirun, sementara akses terhadap booklet secara daring memungkinkan informasi tersebut diperoleh dengan lebih mudah.

Keberadaan banner pemetaan di halaman depan Balai Desa Wirun juga diharapkan dapat menjadi media pengenalan awal bagi pengunjung. Sementara itu, booklet yang dapat diakses melalui barcode memberikan informasi yang lebih lengkap mengenai destinasi wisata. Keduanya saling melengkapi sebagai media informasi wisata dalam bentuk fisik dan digital.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap potensi wisata Desa Wirun dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas. Pemetaan yang lebih terarah, informasi Sapta Pesona, serta booklet desa wisata multilingual diharapkan dapat membantu memperkenalkan berbagai destinasi yang ada di Desa Wirun sekaligus memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam memperoleh informasi.

Lebih dari sekadar menghasilkan banner dan booklet, program ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendukung perkembangan Desa Wisata Wirun secara berkelanjutan. Dengan adanya media informasi yang dapat digunakan dan diakses oleh masyarakat maupun wisatawan, potensi wisata Desa Wirun diharapkan semakin mudah dikenal, dikunjungi, dan dikembangkan pada masa mendatang.