Komunitas dan Media Informasi InfoTembalang
Pendidikan

Dari Belajar Logistik hingga Bermain Bersama: Sinergi “Petualangan Si Logistik Cilik” dan JAGAN CERIA

Diterbitkan pada 18 Aug 2026

← Beranda
Dari Belajar Logistik hingga Bermain Bersama: Sinergi “Petualangan Si Logistik Cilik” dan JAGAN CERIA

Sukoharjo — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro Desa Jagan melaksanakan kegiatan “Petualangan Si Logistik Cilik” di MI Walisongo Jagan sebagai bagian dari program Multidisiplin 2 dengan tema “Peningkatan Kemampuan Literasi dan Numerasi pada Anak.” Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mahasiswa dalam mengenalkan literasi kepada anak melalui materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu moda transportasi dan aktivitas logistik.

Program yang digagas oleh Raikhannisa Nurhidayati, mahasiswa Manajemen Administrasi Logistik, Universitas Diponegoro, mengangkat konsep “Pemahaman Literasi melalui Petualangan Si Logistik Cilik.” Program ini dilaksanakan pada 18 Agustus 2026 di MI Walisongo Jagan. Dalam kegiatan ini siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis moda transportasi, mulai dari transportasi darat, laut, hingga udara. Materi dikemas menggunakan media yang interaktif dan ramah anak agar siswa dapat memahami konsep logistik tanpa harus berhadapan dengan istilah yang terlalu kompleks. 

Gambar: Kegiatan Multidisiplin 2 Pengenalan Literasi “Petualangan Si Logistik Cilik”

Kegiatan “Petualangan Si Logistik Cilik” juga memiliki keterkaitan dengan program JAGAN CERIA (Cerdas, Edukatif, dan Riang) yang dilaksanakan pada 28 Juli 2026 dalam rangkaian program Sosial Kemasyarakatan KKN. Kedua kegiatan sama-sama dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan karakter anak, yaitu belajar melalui media yang interaktif, aktivitas langsung, serta permainan.

Jika Petualangan Si Logistik Cilik mengenalkan literasi melalui tema moda transportasi dan konsep sederhana mengenai perjalanan serta pengiriman barang, JAGAN CERIA melanjutkan semangat tersebut melalui aktivitas bermain dan interaksi sosial menggunakan permainan tradisional. Dengan demikian, anak tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan belajar melalui pengalaman langsung.

Gambar: Kegiatan “JAGAN CERIA” Permainan Tradisional di  MI Walisongo Jagan

Melalui kegiatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa kendaraan yang mereka temui sehari-hari tidak hanya berfungsi untuk mengangkut manusia, tetapi juga berperan dalam perjalanan dan pengiriman barang. Truk, kapal, dan pesawat menjadi contoh sederhana untuk mengenalkan bagaimana barang dapat berpindah dari satu tempat menuju tempat lainnya. Keterkaitan keduanya juga terlihat dari tujuan JAGAN CERIA untuk menghadirkan alternatif aktivitas yang menyenangkan di luar penggunaan gadget. Sementara itu, Petualangan Si Logistik Cilik menggunakan media pembelajaran yang interaktif dan ramah anak untuk membuat proses literasi lebih menarik.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Pendekatan ini digunakan agar proses pengenalan literasi terasa lebih menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Raikhannisa menjelaskan bahwa pemilihan tema transportasi bukan tanpa alasan. Sebagai mahasiswa Manajemen Administrasi Logistik, Raikhannisa ingin memperkenalkan bahwa logistik sebenarnya sangat dekat dengan kehidupan anak-anak.

“Kami ingin menunjukkan kepada anak-anak bahwa logistik bukan sesuatu yang jauh atau sulit. Ketika mereka melihat truk mengantarkan barang, kapal membawa barang antarpulau, atau pesawat mengirimkan paket, sebenarnya mereka sedang melihat aktivitas logistik yang ada di sekitar mereka,” ujar Raikhannisa.

Selain berperan dalam Multidisiplin 2, Program Sosial Kemasyarakatan Soshum “JAGAN CERIA (Cerdas, Edukatif, dan Riang)”. Dalam program tersebut, berperan sebagai Pengadaan Barang, dengan tanggung jawab mengelola kebutuhan sarana dan prasarana kegiatan, menyiapkan serta mendistribusikan perlengkapan permainan, mengatur inventaris, memastikan ketersediaan alat dan bahan, serta melakukan pendataan logistik.

Keterlibatan tersebut menjadi bentuk penerapan keilmuan Manajemen Administrasi Logistik dalam berbagai kegiatan pengabdian masyarakat. Tidak hanya mengenalkan konsep logistik kepada anak-anak, Raikhannisa juga menerapkan keterampilan pengelolaan logistik dalam mendukung kelancaran kegiatan sosial kemasyarakatan.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa bidang logistik dapat hadir dalam berbagai bentuk kegiatan pendidikan dan kemasyarakatan. Tidak hanya mengenalkan bagaimana barang berpindah melalui berbagai moda transportasi kepada anak-anak, kemampuan logistik juga diterapkan secara langsung untuk memastikan kegiatan bermain dan belajar dapat berjalan dengan tertib dan optimal.

Dengan adanya kedua program tersebut, kegiatan KKN di MI Walisongo Jagan tidak hanya berfokus pada apa yang dipelajari anak, tetapi juga bagaimana anak belajar. Petualangan Si Logistik Cilik menghadirkan pengetahuan melalui literasi, sedangkan JAGAN CERIA menghadirkan pengalaman melalui permainan, keduanya bertemu pada satu tujuan: menciptakan proses belajar yang cerdas, edukatif, riang, dan dekat dengan kehidupan anak-anak Jagan.