Info Tembalang
Pendidikan

Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Sosialisasikan Pemilahan Limbah di TPS 3R Desa Keprabon, Klaten

Diterbitkan pada 09 Aug 2026

← Beranda
Tingkatkan Kesadaran Pengelolaan Sampah, Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro Sosialisasikan Pemilahan Limbah di TPS 3R Desa Keprabon, Klaten

Klaten, 26 Juli 2026 — Pengelolaan limbah rumah tangga menjadi salah satu hal yang penting dalam menjaga kebersihan dan keberlanjutan bagi lingkungan. Hal ini dimulai dari pentingnya kesadaran masyarakat sekitar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan limbah organik dan anorganik kepada pengurus TPS 3R dan warga Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Azza Athalia, mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Universitas Diponegoro, sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah rumah tangga. Sosialisasi dilaksanakan pada 26 Juli 2026 dengan fokus utama pada pengenalan jenis limbah, pemilahan limbah dari sumbernya, serta pemanfaatan limbah organik.


Gambar Artikel


Mengenal Jenis Limbah dari Rumah Tangga

Limbah rumah tangga merupakan salah satu jenis limbah yang dihasilkan setiap hari dari berbagai aktivitas masyarakat. Sisa makanan, kulit buah, daun, botol plastik, kemasan makanan, hingga berbagai barang bekas dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Apabila tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menumpuk dan menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan.

Melalui sosialisasi ini, pengurus TPS 3R dan masyarakat diberikan pemahaman mengenai perbedaan antara limbah organik dan anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari bahan hayati dan relatif lebih mudah terurai, seperti sisa makanan, sayuran, buah-buahan, serta daun. Sementara itu, limbah anorganik umumnya berasal dari bahan yang membutuhkan waktu lebih lama untuk terurai, seperti plastik, botol, dan berbagai jenis kemasan.

Pengenalan jenis limbah menjadi langkah awal dalam menerapkan pemilahan limbah organik dan anorganik. Dengan mengetahui jenis limbah yang dihasilkan, masyarakat dapat menentukan cara pengelolaan yang sesuai dan mengurangi tercampurnya berbagai jenis sampah.

Pentingnya Pemilahan dari Sumber

Salah satu hal yang ditekankan dalam kegiatan sosialisasi adalah pentingnya melakukan pemilahan sejak dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Pemilahan yang dilakukan sejak awal dapat membantu proses pengelolaan sampah menjadi lebih terarah dan dapat mempermudah proses penguraian.

Limbah yang telah tercampur antara organik dan anorganik akan lebih sulit untuk dikelola kembali. Sebaliknya, apabila masyarakat telah melakukan pemilahan sejak dari rumah atau sumber pertama limbah tersebut dihasilkan, limbah dapat lebih mudah diarahkan untuk proses pengolahan atau pemanfaatan selanjutnya.

Dalam kegiatan ini, masyarakat diajak untuk mulai membiasakan diri memisahkan limbah berdasarkan jenisnya. Kebiasaan sederhana tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari sehingga pengelolaan sampah tidak hanya dilakukan ketika terjadi penumpukan, tetapi dimulai sejak limbah dihasilkan.

Pengurus TPS 3R juga menjadi salah satu sasaran penting dalam kegiatan ini karena memiliki peran dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan Desa Keprabon. Adanya pemahaman yang baik mengenai pemilahan di tingkat rumah tangga diharapkan dapat membantu proses pengelolaan limbah yang dilakukan selanjutnya.

Mengenalkan Pemanfaatan Limbah Organik

Selain membahas pemilahan, sosialisasi juga memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik. Limbah organik rumah tangga, khususnya sisa makanan dan bahan hayati lainnya, tidak selalu harus berakhir sebagai sampah yang dibuang.

Limbah organik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan melalui berbagai bentuk pengolahan. Dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik dapat dikurangi jumlahnya sebelum masuk ke tempat pembuangan sekaligus memberikan manfaat lain bagi lingkungan.

Pemanfaatan limbah organik juga menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Semakin banyak limbah yang dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali, semakin sedikit pula limbah yang harus dibuang. Salah satu pemanfaatan yang tepat yaitu dibuat menjadi pupuk. Pupuk ini dapat bermanfaat bagi bidang pertanian yang berkelanjutan, bidang lingkungan, serta peningkatan nilai ekonomi masyarakat.

Melalui materi yang disampaikan, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami konsep pemilahan limbah organik, tetapi juga memiliki kesadaran bahwa limbah yang dihasilkan sehari-hari masih dapat dikelola dengan cara yang tepat.

Mendorong Kebiasaan Pengelolaan Sampah di Masyarakat

Kegiatan sosialisasi tidak hanya bertujuan untuk memberikan informasi, tetapi juga mendorong terbentuknya kebiasaan baru di masyarakat. Pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga.

Peran masyarakat menjadi penting karena sebagian besar limbah rumah tangga berasal dari aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, perubahan kebiasaan sederhana seperti memilah limbah organik dan anorganik dapat memberikan dampak apabila dilakukan secara konsisten.

Melalui kegiatan ini, warga Desa Keprabon diharapkan semakin memahami bahwa pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama. Tidak hanya pengurus TPS 3R, tetapi juga masyarakat sebagai penghasil limbah memiliki peran dalam menentukan bagaimana limbah tersebut akan dikelola.

Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan Desa Keprabon yang lebih bersih dan memiliki sistem pengelolaan limbah yang lebih baik.

Mendukung Pembangunan Berkelanjutan

Sosialisasi pemilahan limbah organik dan anorganik ini juga memiliki keterkaitan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Kegiatan ini mendukung SDGs Nomor 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, terutama melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Pemilahan dan pemanfaatan limbah menjadi salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan masyarakat dalam mendukung pola pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggung jawab.

Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs Nomor 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan. Pengelolaan limbah yang baik merupakan salah satu bagian dari upaya menciptakan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Langkah Kecil untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Melalui sosialisasi yang dilaksanakan pada 26 Juli 2026 ini, mahasiswa KKN Undip berharap pengetahuan mengenai pemilahan limbah organik dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh masyarakat Desa Keprabon.

Pemilahan limbah memang merupakan langkah sederhana, tetapi apabila dilakukan secara konsisten oleh banyak masyarakat, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan. Dimulai dari mengenali jenis limbah, memilahnya sejak dari rumah, hingga memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki potensi, masyarakat dapat ikut berperan dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam menghubungkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya sosialisasi dan peningkatan kesadaran, diharapkan pengelolaan limbah di Desa Keprabon dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Azza Athalia - Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Program Studi Teknologi Pangan