SEMARANG – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang terus mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperkuat kapasitas kader kesehatan melalui pelatihan penggunaan aplikasi mobile health untuk mendukung pencegahan penyakit ginjal sejak dini.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Poltekkes Kemenkes Semarang di Kelurahan Gedawang, Kota Semarang.
Mengusung tema "Pemberdayaan Masyarakat dalam Optimalisasi Pemanfaatan Aplikasi Mobile Health sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Ginjal", kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mengintegrasikan pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, dan pemanfaatan teknologi kesehatan.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Sri Lestari, memimpin kegiatan tersebut bersama anggota tim Setya Wijayanta dan Puput Sugiarto. Sebanyak 30 kader kesehatan dari Kelurahan Gedawang mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana edukasi kesehatan di lingkungan masyarakat.
Kader Kesehatan Berperan Penting di Tingkat Masyarakat
Dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, kader kesehatan memiliki posisi yang sangat strategis. Mereka menjadi penghubung antara tenaga kesehatan dengan masyarakat sekaligus berperan dalam menyampaikan berbagai informasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, hingga pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Melalui pelatihan ini, para kader tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penyakit ginjal, tetapi juga dibekali keterampilan menggunakan aplikasi mobile health yang dapat dimanfaatkan sebagai media edukasi dan pendampingan masyarakat.
Ketua Tim PkM, Sri Lestari, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi membuka peluang baru dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Menurutnya, pemanfaatan aplikasi digital mampu memperluas jangkauan edukasi sehingga informasi kesehatan dapat diakses dengan lebih mudah dan cepat.
"Melalui kegiatan ini kami ingin meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam memanfaatkan aplikasi mobile health sebagai media edukasi dan pendampingan masyarakat. Harapannya, kader mampu mendorong deteksi dini faktor risiko penyakit ginjal sekaligus mengajak masyarakat menerapkan pola hidup sehat," ujarnya.
Penyakit Ginjal Perlu Dicegah Sejak Dini
Penyakit ginjal merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memerlukan perhatian serius. Pada tahap awal, gangguan fungsi ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga banyak penderita baru menyadarinya ketika kondisi sudah memasuki stadium lanjut.
Karena itu, pencegahan dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan risiko komplikasi.
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ginjal antara lain hipertensi, diabetes melitus, obesitas, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang tinggi garam dan gula.
Dengan mengenali faktor risiko sejak awal, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk melakukan perubahan gaya hidup sehingga kesehatan ginjal tetap terjaga.
Pemeriksaan Kesehatan Sebelum Edukasi
Sebelum mengikuti materi pelatihan, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sederhana.
Pemeriksaan tersebut meliputi pengukuran tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah, serta penghitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).
Ketiga pemeriksaan tersebut dipilih karena berkaitan erat dengan faktor risiko penyakit ginjal kronis.
Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah di ginjal secara perlahan. Begitu pula diabetes melitus yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal apabila kadar gula darah tidak terkendali.
Sementara itu, obesitas juga diketahui meningkatkan risiko berbagai penyakit metabolik yang berdampak pada kesehatan ginjal.
Melalui pemeriksaan tersebut, peserta memperoleh gambaran mengenai kondisi kesehatannya sehingga lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Mobile Health Semakin Berperan dalam Pelayanan Kesehatan
Perkembangan teknologi informasi telah menghadirkan berbagai inovasi di bidang kesehatan, salah satunya melalui konsep mobile health atau mHealth.
Mobile health merupakan pemanfaatan perangkat digital seperti telepon pintar dan aplikasi kesehatan untuk membantu masyarakat memperoleh informasi, melakukan pemantauan kondisi kesehatan, hingga mengingatkan jadwal pemeriksaan maupun konsumsi obat.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan aplikasi kesehatan semakin meningkat karena mampu memberikan akses informasi secara cepat tanpa dibatasi oleh lokasi maupun waktu.
Melalui perangkat yang dimiliki masyarakat sehari-hari, edukasi kesehatan dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkesinambungan.
Membantu Kader Menjangkau Lebih Banyak Warga
Bagi kader kesehatan, aplikasi digital dapat menjadi sarana pendukung ketika melakukan penyuluhan di lingkungan masyarakat.
Materi edukasi dapat disampaikan dengan tampilan yang lebih menarik, sementara informasi mengenai faktor risiko penyakit dapat diakses kembali kapan saja oleh masyarakat.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan efektivitas penyampaian pesan kesehatan karena masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara lisan, tetapi juga memiliki media yang dapat dipelajari secara mandiri.
Mendorong Kesadaran Pola Hidup Sehat
Selain memperkenalkan teknologi digital, kegiatan ini juga mengajak masyarakat memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah sederhana seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, memperbanyak minum air putih sesuai kebutuhan, membatasi konsumsi garam berlebihan, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, serta menghindari kebiasaan merokok merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan ginjal.
Kebiasaan tersebut tidak hanya bermanfaat untuk ginjal, tetapi juga membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular lainnya seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Perguruan Tinggi Berkontribusi bagi Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Poltekkes Kemenkes Semarang kembali menunjukkan perannya sebagai institusi pendidikan yang aktif memberikan kontribusi kepada masyarakat.
Pengabdian kepada masyarakat menjadi salah satu implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menerapkan hasil pendidikan dan ilmu pengetahuan agar memberikan manfaat secara langsung.
Sri Lestari menegaskan bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang tidak hanya berfokus pada proses pembelajaran di lingkungan kampus, tetapi juga terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
"Kami ingin menegaskan bahwa Poltekkes Kemenkes Semarang tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan, tetapi juga hadir sebagai penggerak inovasi kesehatan masyarakat. Pemberdayaan kader melalui teknologi digital diharapkan mampu meningkatkan kemampuan masyarakat menjaga kesehatan secara mandiri dan menekan risiko penyakit ginjal," jelasnya.
Sinergi dengan Pemerintah Kelurahan
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dibuka oleh Ketua Jurusan Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Semarang, Siti Masrochah, bersama Lurah Gedawang, Sri Suwanti.
Kehadiran pemerintah kelurahan menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan.
Melalui kerja sama tersebut, berbagai program edukasi kesehatan diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
Digitalisasi Kesehatan Semakin Dibutuhkan
Transformasi digital telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk sektor kesehatan. Pemanfaatan teknologi kini tidak lagi terbatas pada rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi mulai diterapkan hingga tingkat masyarakat melalui berbagai aplikasi dan platform digital.
Dengan semakin luasnya penggunaan telepon pintar, peluang pemanfaatan mobile health sebagai media edukasi kesehatan juga semakin besar.
Teknologi tersebut dapat membantu masyarakat memperoleh informasi kesehatan yang lebih mudah dipahami sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih sehat.
Harapan bagi Kader dan Masyarakat
Melalui pelatihan ini, para kader kesehatan diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
Pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan dapat diteruskan kepada keluarga, tetangga, maupun masyarakat sekitar sehingga kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal semakin meningkat.
Di sisi lain, pemanfaatan aplikasi mobile health diharapkan mampu mendukung proses edukasi secara berkelanjutan, memperluas akses informasi kesehatan, serta membantu masyarakat mengenali faktor risiko penyakit sejak dini.
Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat. Dengan memanfaatkan perkembangan teknologi secara tepat, upaya promotif dan preventif dapat dilakukan secara lebih efektif sehingga risiko penyakit tidak menular, termasuk penyakit ginjal, dapat ditekan sejak awal.