Ternyang— Mahasiswa Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat Kelompok 1 yang bertugas di Dusun Turus, Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, melaksanakan program penataan kawasan Wisata Jembatan Termangu untuk melaksanakan program peningkatan kawasan wisata Jembatan Termangu. Jembatan Termangu merupakan salah satu objek wisata yang dapat dikunjungi di Desa Ternyang, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang. Berlokasi di Dusun Turus, Desa Ternyang dan menawarkan pemandangan alam berupa aliran sungai dengan air yang jernih serta suasana desa yang masih hijau dan asri. Keindahan alam di sini membuat kawasan ini sering dikunjungi warga sekitar, terutama pada sore hari atau akhir pekan, sebagai tempat bersantai dan berfoto. Banyak UMKM yang berjualan di wekitar wilayah area wisata Jembatan Termangu.
Meskipun memiliki potensi yang tinggi, kawasan wisata Jembatan Termangu sebelumnya belum dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang memadai. Kondisi lingkungan yang kurang teratur, kurangnya tempat sampah, serta belum adanya papan petunjuk arah membuat pengunjung, terutama wisatawan dari luar daerah, mengalami kesulitan. Oleh karena itu, diperlukan upaya penataan agar tempat wisata tersebut menjadi lebih nyaman, bersih, dan mudah dikunjungi. Melalui program kerja utama Kelompok 1 UM-BBM, para mahasiswa berupaya membantu meningkatkan potensi wisata desa dengan melibatkan pemerintah desa dan masyarakat setempat. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam menciptakan tempat wisata yang ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat bagi alam dan perekonomian warga sekitar.
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini melibatkan mahasiswa UM-BBM yang bekerja sama dengan warga setempat dan pejabat desa. Ada empat kegiatan utama, yaitu membersihkan area jembatan, menyediakan tempat sampah, memasang rambu petunjuk arah, serta membuat video promosi pariwisata. Program ini diluncurkan sebagai respons terhadap potensi pariwisata Jembatan Termangu yang belum dimanfaatkan sepenuhnya hingga saat ini. Program ini juga merupakan bagian dari rencana kerja utama kelompok tersebut dalam memetakan dan mengembangkan potensi pariwisata desa.
Pembersihan Area Jembatan
Acara dimulai dengan kegiatan pembersihan di sepanjang area Jembatan Termangu dan sekitarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan tumpukan sampah dan rumput liar yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Mahasiswa UM-BBM dan warga setempat bekerja sama membersihkan tepi sungai, jalan setapak menuju jembatan, serta area-area yang sering digunakan pengunjung untuk berfoto. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap menggunakan alat-alat sederhana seperti sabit, cangkul, dan kantong sampah, dengan partisipasi aktif dari masyarakat setempat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan pariwisata desa.
Mahasiswa UM-BBM bersama warga melakukan pembersihan area sekitar Jembatan TermanguPenyediaan Tempat Sampah
Untuk menjaga kebersihan yang telah tercapai, para mahasiswa UM-BBM juga memasang beberapa tempat sampah di titik-titik strategis di kawasan wisata. Penyediaan ini didorong oleh kurangnya fasilitas pembuangan sampah yang memadai, yang menyebabkan pengunjung sebelumnya membuang sampah sembarangan. Dengan adanya tempat sampah permanen, diharapkan baik warga maupun wisatawan dapat membiasakan diri membuang sampah di tempat yang tepat, yang pada gilirannya akan mendukung kebersihan jangka panjang di kawasan Jembatan Termangu.

Penempatan tempat sampah di kawasan Jembatan Termanggu merupakan upaya untuk menjaga kebersihan lingkungan.

Proses pemasangan papan petunjuk dan parkir yang mengarahkan orang menuju Jembatan Termangu.
Selain melakukan perbaikan fisik, mahasiswa UM-BBM juga membuat video promosi sebagai alat periklanan digital untuk memperkenalkan Wisata Jembatan Termangu kepada khalayak yang lebih luas. Video tersebut menampilkan keindahan alam di sekitar jembatan, lingkungan yang terawat dengan baik, serta berbagai fasilitas yang tersedia sebagai bagian dari program ini. Rekaman video diambil dari berbagai sudut untuk lebih menonjolkan pesona kawasan wisata tersebut. Melalui publikasi digital ini, para mahasiswa berharap informasi mengenai Wisata Jembatan Termangu dapat menjangkau masyarakat di luar Desa Ternyang dan meningkatkan minat wisatawan untuk mengunjungi lokasi tersebut. Upaya promosi ini juga merupakan bagian dari strategi untuk mengembangkan potensi pariwisata desa, dengan memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi yang efektif.
Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa UM-BBM berkoordinasi dengan pemerintah Desa Ternyang untuk mengetahui kebutuhan utama di area Wisata Jembatan Termangu. Hasil diskusi menunjukkan bahwa pengelolaan area tersebut harus fokus pada peningkatan kebersihan, adanya fasilitas yang mendukung, dan kemudahan akses bagi para pengunjung. Selanjutnya, mahasiswa membuat penyebaran tugas agar setiap kegiatan bisa berjalan dengan lebih efektif.
Tanggapan dari Pejabat Desa
“Kami sangat berterima kasih kepada para mahasiswa UM-BBM yang telah membantu menata Jembatan Termangu. Tempat ini kini lebih bersih, lebih teratur, dan enak dipandang. Semoga ini bisa menjadi awal pengembangan potensi pariwisata di desa kami.” ujar Didik Santoso, Kepala Desa Ternyang.
“Program pengelolaan jembatan ini merupakan salah satu program utama yang dilaksanakan oleh kelompok kami.Kami berharap hasil kerja sama ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata lokal secara berkelanjutan". tambah Ibnu Fajar Hidayatullah, ketua Kelompok 1 dalam program UM- BBM.
Setelah program revitalisasi selesai, Kawasan Wisata Jembatan Termangu mengalami perubahan yang signifikan. Kini, kawasan tersebut tampak lebih rapi, bersih, dan nyaman bagi para pengunjung. Pemasangan tempat sampah telah mendorong warga dan pengunjung untuk lebih peduli dalam menjaga kebersihan lingkungan, sementara papan petunjuk arah memudahkan mereka mencapai kawasan wisata tersebut. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik Kawasan Wisata Jembatan Termangu sebagai salah satu destinasi wisata lokal di Kabupaten Malang. Jika dikelola dengan baik dan berkelanjutan, kawasan ini berpotensi menarik lebih banyak wisatawan. Hal ini berpotensi memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, terutama melalui pertumbuhan usaha kecil dan sektor jasa. Mahasiswa UM BBM Kelompok 1 berharap hasil kerja ini dapat terus dijaga dan dipelihara bersama oleh masyarakat Dusun Turus, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan, baik dari segi lingkungan maupun potensi ekonomi pariwisata desa di masa mendatang.

Mahasiswa UM-BBM berfoto bersama setelah program penataan Jembatan Termangu.