Info Tembalang
Pendidikan

Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Edukasi Remaja Putri Cegah Keputihan Sejak Dini

Diterbitkan pada 02 Aug 2026

← Beranda
Dosen dan Mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Edukasi Remaja Putri Cegah Keputihan Sejak Dini

Tim pengabdian kepada masyarakat dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Semarang kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kelurahan Bandarharjo dengan fokus pada pemberdayaan remaja mengenai pentingnya menjaga kebersihan genetalia eksterna sebagai langkah pencegahan keputihan sejak dini.

Program ini dipimpin oleh Suwanti, SST., M.Kes, bersama anggota tim Erna Widyastuti, S.Si.T., M.Kes dan Triana Sri Hardjanti, M.Mid, serta melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang dalam pelaksanaannya.

Melalui penyuluhan interaktif dan pembagian booklet edukatif, peserta memperoleh informasi mengenai penyebab keputihan, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, hingga langkah-langkah pencegahan infeksi. Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan, terjadi peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti edukasi.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Reproduksi Sejak Remaja

Masa remaja merupakan periode penting dalam perkembangan fisik maupun psikologis. Pada fase ini, tubuh mengalami berbagai perubahan hormonal yang turut memengaruhi sistem reproduksi.

Sayangnya, masih banyak remaja yang belum memperoleh informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi. Kurangnya pengetahuan dapat menyebabkan munculnya berbagai kesalahpahaman, termasuk mengenai cara menjaga kebersihan organ reproduksi.

Karena itu, pendidikan kesehatan reproduksi sejak usia remaja menjadi salah satu upaya penting untuk membentuk kebiasaan hidup bersih dan sehat yang akan bermanfaat hingga dewasa.

Mengenal Keputihan

Keputihan merupakan kondisi keluarnya cairan dari vagina yang dapat bersifat normal maupun tidak normal.

Keputihan fisiologis umumnya tidak berbau menyengat, tidak menimbulkan rasa gatal atau nyeri, serta terjadi sebagai bagian dari mekanisme alami tubuh, misalnya menjelang menstruasi atau saat masa subur.

Sebaliknya, keputihan yang disebabkan infeksi biasanya disertai perubahan warna, bau tidak sedap, rasa gatal, panas, atau nyeri. Kondisi seperti ini memerlukan perhatian dan pemeriksaan oleh tenaga kesehatan.

Pemahaman mengenai perbedaan kedua kondisi tersebut penting agar remaja mampu mengenali kapan harus mencari pertolongan medis.

Penyuluhan dan Booklet Edukasi

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat tersebut, peserta memperoleh penyuluhan mengenai berbagai aspek kesehatan reproduksi wanita.

Materi yang disampaikan meliputi faktor penyebab keputihan, cara menjaga kebersihan genetalia eksterna, pentingnya mengganti pakaian dalam secara teratur, menjaga kebersihan saat menstruasi, hingga mengenali tanda-tanda infeksi yang perlu diwaspadai.

Sebagai pendukung penyuluhan, tim juga membagikan booklet edukatif yang berisi informasi praktis sehingga peserta dapat mempelajarinya kembali di rumah.

Booklet Dinilai Efektif

Anggota tim pengabdian, Erna Widyastuti, S.Si.T., M.Kes, menjelaskan bahwa booklet merupakan media edukasi yang praktis dan efektif.

Menurutnya, informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan dan ilustrasi memudahkan peserta memahami materi sekaligus mengingat kembali isi penyuluhan setelah kegiatan selesai.

Media cetak seperti booklet juga memungkinkan peserta membagikan informasi tersebut kepada anggota keluarga maupun teman sebaya sehingga manfaat edukasi menjadi lebih luas.

Hasil Evaluasi Menunjukkan Peningkatan Pengetahuan

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan tim pengabdian, pengetahuan peserta mengalami peningkatan setelah mengikuti penyuluhan.

Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi penyampaian materi secara langsung dengan media booklet mampu membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

Peningkatan pengetahuan menjadi langkah awal yang penting dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat.

Pentingnya Menjaga Kebersihan Genetalia Eksterna

Kebersihan genetalia eksterna memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan reproduksi perempuan.

Beberapa kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Membersihkan area genital menggunakan air bersih dan mengeringkannya dengan baik.
  • Mengganti pakaian dalam secara rutin atau ketika lembap.
  • Menggunakan pakaian dalam berbahan yang nyaman dan menyerap keringat.
  • Menjaga kebersihan saat menstruasi dengan mengganti pembalut secara berkala.
  • Menghindari penggunaan produk pembersih yang dapat mengganggu keseimbangan alami area genital tanpa anjuran tenaga kesehatan.

Penerapan kebiasaan tersebut dapat membantu mengurangi risiko infeksi serta menjaga kenyamanan sehari-hari.

Peran Mahasiswa dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Melalui keterlibatan langsung di masyarakat, mahasiswa memperoleh pengalaman dalam memberikan edukasi kesehatan, berkomunikasi dengan masyarakat, serta memahami berbagai persoalan kesehatan yang dihadapi remaja.

Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal ketika mereka nantinya menjalankan profesi di bidang kesehatan.

Edukasi Perlu Dilakukan Secara Berkelanjutan

Ketua tim pengabdian, Suwanti, SST., M.Kes, menegaskan bahwa remaja merupakan kelompok yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan reproduksi sehingga edukasi perlu dilakukan secara berkesinambungan.

Menurutnya, pemberian informasi yang benar dapat membantu remaja memahami cara merawat kebersihan genetalia eksterna dan mencegah keputihan sejak dini.

Sementara itu, Triana Sri Hardjanti, M.Mid berharap pengetahuan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada aspek teori, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Respons Positif Peserta

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru mengenai cara menjaga kebersihan organ reproduksi dengan benar.

Materi yang disampaikan dinilai mudah dipahami sehingga peserta lebih percaya diri dalam menerapkan kebiasaan yang mendukung kesehatan reproduksi.

Respons positif tersebut menunjukkan pentingnya penyelenggaraan edukasi kesehatan yang menggunakan bahasa sederhana dan media yang mudah dipahami oleh remaja.

Membangun Kesadaran Sejak Dini

Kesadaran mengenai kesehatan reproduksi sebaiknya dibangun sejak usia remaja.

Dengan pemahaman yang baik, remaja dapat lebih mudah mengenali perubahan yang terjadi pada tubuhnya, menerapkan kebiasaan hidup bersih, serta mengetahui kapan perlu berkonsultasi kepada tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan.

Upaya promotif dan preventif seperti penyuluhan menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko berbagai gangguan kesehatan reproduksi di masa mendatang.

Komitmen Poltekkes Kemenkes Semarang

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Semarang menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui edukasi yang berbasis ilmu pengetahuan.

Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta, tetapi juga memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilakukan di berbagai wilayah sehingga semakin banyak remaja memperoleh akses terhadap informasi kesehatan reproduksi yang benar, akurat, dan mudah dipahami.

Dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan genetalia eksterna, remaja putri diharapkan mampu mencegah keputihan yang berkaitan dengan infeksi, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta menjaga kesehatan reproduksi sebagai investasi penting bagi kualitas hidup di masa depan.