Info Tembalang
Pendidikan

Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Mendukung Misi SDGs ke-7 Kembangkan Briket Biomassa dari Limbah Tongkol Jagung di Desa Payung

Diterbitkan pada 04 Aug 2026

← Beranda
Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Mendukung Misi SDGs ke-7 Kembangkan Briket Biomassa dari Limbah Tongkol Jagung di Desa Payung

Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Mendukung Misi SDGs ke-7 Kembangkan Briket Biomassa dari Limbah Tongkol Jagung di Desa Payung

Dalam upaya mendukung pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan no. 7: Energi Bersih dan Terjangkau, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro menyelenggarakan Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Briket Biomassa dari Limbah Tongkol Jagung di Balai Desa Payung, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang, pada Rabu, 29 Juli 2026. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat dibekali pengetahuan dan keterampilan mengolah limbah pertanian menjadi briket biomassa sebagai sumber energi alternatif yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan.

 

Desa Payung merupakan salah satu desa penghasil jagung di Kabupaten Pemalang. Tingginya hasil panen setiap musim menghasilkan limbah tongkol jagung dalam jumlah besar. Namun, limbah tersebut selama ini belum dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar hanya ditumpuk, dibuang, atau dibakar sehingga berpotensi menimbulkan permasalahan lingkungan. Melalui pengolahan menjadi briket biomassa, limbah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih bernilai guna.


Gambar Artikel

Ketua Tim KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Payung, Timothy, mengatakan bahwa program tersebut dipilih karena tongkol jagung merupakan limbah pertanian yang paling banyak dijumpai di Desa Payung dan memiliki potensi untuk diolah menjadi sumber energi alternatif yang bernilai tambah.

 

“Tujuan kegiatan ini adalah membekali sekaligus menginspirasi masyarakat agar mampu mengolah tongkol jagung menjadi briket yang dapat dijadikan sebagai komoditas baru di Desa Payung. Kami berharap praktik ini dapat terus dilanjutkan oleh pemerintah desa sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan usaha desa,” ujarnya.

 

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai potensi pemanfaatan tongkol jagung sebagai bahan baku briket biomassa, manfaatnya sebagai bahan bakar alternatif, peluang pengembangannya sebagai usaha masyarakat, serta estimasi biaya produksi. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti demonstrasi pembuatan briket yang dipandu oleh Lulu, Alma, dan Firman. Pada sesi tersebut, peserta mempraktikkan proses pencampuran arang tongkol jagung dengan perekat tepung tapioka serta pencetakan briket sebelum memasuki tahap pengeringan.


Gambar Artikel

Kepala Desa Payung, H. Turah Suparno, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, tingginya produksi jagung di Desa Payung selama ini belum diimbangi dengan pemanfaatan limbah tongkol jagung secara optimal sehingga program yang digagas mahasiswa KKN menjadi salah satu solusi yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Selama ini limbah tongkol jagung hanya dibuang. Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap ilmu yang diberikan mahasiswa KKN dapat terus dilanjutkan sehingga ke depan bisa berkembang menjadi usaha masyarakat,” tuturnya.


Salah seorang peserta workshop, Dahuri, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan tongkol jagung yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah hasil panen. Menurutnya, pelatihan tersebut memberikan wawasan bahwa tongkol jagung dapat diolah menjadi briket biomassa yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif.

 

“Kegiatan ini menjadi awal perubahan pola pikir masyarakat agar tidak lagi memandang tongkol jagung sebagai sampah, tetapi sebagai limbah yang memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

 

Gambar Artikel

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro berharap pemanfaatan tongkol jagung sebagai briket biomassa tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan semata, tetapi dapat terus dikembangkan oleh masyarakat bersama Pemerintah Desa Payung sebagai salah satu alternatif penyediaan energi bersih berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung terwujudnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan no.7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pemanfaatan sumber daya lokal sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan.

 

Penulis: Silviana, KKN-R Tim II Universitas Diponegoro Desa Payung 2026.