Uncategorized

Seks di Luar Nikah Dari Kacamata Mahasiswa

Share this:

Semarang, (03/06/2021) – Dari banyaknya masalah yang ada di Indonesia, pernikahan dini menjadi salah satu problematika yang masih belum teratasi hingga tuntas. Terlebih, mayoritas dari penyebab adanya pernikahan dini ialah seks di luar nikah pada para remaja. Mirisnya, di masa pandemi ini, angka pernikahan dini di Indonesia justru mengalami peningkatan hingga 250 persen.

Dilansir dari jateng.kemenag.go.id, selama masa pandemi Covid-19 dari bulan Maret sampai bulan November, KUA Pasar Kliwon Provinsi Jawa Tengah sudah menikahkan 19 pasangan di bawah umur, semua karena hamil di luar nikah, tentulah hal ini sangat memprihatinkan.

Hingga saat ini, seks di luar nikah masih memicu perdebatan di kalangan masyarakat, termasuk mahasiswa. Melalui wawancara yang dilakukan oleh Info Tembalang, salah seorang mahasiswa yang saat ini tengah mengenyam pendidikan di kampus yang berlokasikan di Semarang, Jawa Tengah, sebut saja namanya Mawar, menyatakan bahwa dirinya pro terhadap diperbolehkannya seks di luar nikah di Indonesia.

Ia memaparkan bahwa tingginya angka kehamilan serta pernikahan dini pada remaja di Indonesia disebabkan oleh persepsi masyarakat yang hingga saat ini masih menganggap seks sebagai hal yang tabu. 

“Setiap orang menjelang masa puber itu memiliki hasrat, nah sedangkan di kita itu masyarakat itu tabu dengan hal seperti itu dan karena ketabuan ini akhirnya tuh dibatasin kan dengan pembatasan ini akhirnya menimbulkan adanya sembunyi-sembunyi,” ungkapnya pada Senin (31/05/2021) melalui virtual.

Mawar juga menyampaikan pandangan masyarakat yang masih menganggap seks adalah hal yang tabu menyebabkan minimnya penggunaan alat kontrasepsi guna meminimalisir terjadinya kehamilan. 

“Karena di Indonesia itu seks di luar nikah itu tabu. Maka, ketika orang lain menggunakan alat kontrasepsi seperti kondom misalnya, hal ini akan memicu pertanyaan-pertanyaan dari masyarakat. Karena ditabukan, otomatis mereka malu dong untuk membeli kondom dan pada akhirnya terjadilah hamil di luar nikah,” tambahnya.

Tak hanya itu, menurut pandangannya, dengan diperbolehkannya seks di luar nikah di Indonesia, maka angka kehamilan remaja, pernikahan dini, kematian ibu dapat diatasi. Bahkan, diperbolehkannya seks di luar nikah juga akan membantu stabilisasi sektor ekonomi di Indonesia.

“Ketika masyarakat kita menikah dini, otomatis akan ada satu kepala keluarga baru yang akan diperhitungkan ke dalam PDB, dan mereka ini sebagai orang-orang yang belum produktif dalam menghasilkan keuangan di Indonesia maka mereka hanya akan menjadi beban dari PDB tersebut,” sambungnya.

Menurutnya, inilah yang menjadi alasan mengapa di Indonesia perlu lebih terbuka dengan adanya seks di luar nikah.

“Diperbolehkannya seks di luar nikah yang dimaksud itu yang bersyarat ya,” katanya mengakhiri sesi diskusi bersama Infotembalang.com

Pendapat lain disampaikan oleh mahasiswa yang juga tengah menekuni studinya di kampus Semarang. Menurut narasumber yang kedua, sebut saja Melati, diperbolehkannya seks di luar nikah akan menimbulkan banyak sekali dampak negatif. Salah satunya yaitu tingginya angka perceraian.

“Pernikahan yang terjadi akibat seks di luar nikah biasanya tidak akan bertahan lama. Karena pasangan itu belum siap untuk mengarungi biduk rumah tangga dan mengurus anak,” paparnya melalui pesan virtual Whatsapp, Rabu (03/06/2021).

Menurutnya, dampak yang dirasakan pasangan akibat di luar nikah juga akan sangat besar seperti dianggap sepele oleh masyarakat atau bahkan dikucilkan. Dampak buruk ini juga turut dirasakan oleh keluarga dari pasangan. Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa akibat buruk yang dapat terjadi karena seks di luar nikah ialah penyakit kelamin.  

“Maksudnya gini, udah ada di penelitian Seth Meyers juga, kalau seks di luar nikah itu biasanya cenderung dilakukan karena “sakit hati”. Jadi, ketika seseorang sudah pernah melakukan seks bebas sekali saja, dia akan terus menerus melakukannya sebagai bentuk pertahanan diri dari “sakit hati”-nya itu. Ini alasannya kenapa seks dan narkoba membuat orang kecanduan,” jelas Melati kepada Tim Info Tembalang

“Nah, semisal nih. Orang yg pernah melakukan seks diluar nikah, namun ia putus dari pacarnya. Ia akan segera mencari pacar baru, yang dimana kepada pacar baru ini ia tetap akan melakukan hubungan seks tersebut,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan bahwa remaja merupakan rentang usia yang dianggap paling sering bergonta-ganti pasangan. Tentu ini menjadi alasan dari pernyataan Melati bahwa seks di luar nikah tidak seharusnya dilakukan.

“Terlepas dari kelebihan narkoba, ia masih dilarang karena bahaya yg mengancam. Seks di luar nikah layaknya narkoba. Bagaimanapun kelebihannya, kita tidak boleh mengabaikan bahaya yang mengancam setelahnya,” tutupnya.

Editor: Hieronimus Emilianus Evangelista

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *