News

Dihadapkan Perkuliahan Tatap Muka: Undip Yakin Siap

Share this:

Semarang (10/05/2021) – Kasus Covid-19 beberapa waktu terakhir ini tampaknya telah memberikan dampak yang luar biasa pada berbagai sektor di Indonesia. Mulai dari sektor perekonomian hingga sektor pendidikan. Salah satu dampak yang paling terasa ialah ketika proses belajar mengajar terpaksa dialihkan dari tatap muka menjadi virtual. Keadaan tersebut ternyata telah memberikan efek besar yang dirasakan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro. Keinginan untuk hadir secara langsung dalam perkuliahan amat diharapkan. Namun, kesiapan kampus dalam menyelenggarakan perkuliahan tatap muka masih menjadi pertanyaan.

Siapkah UNDIP Melaksanakan Perkuliahan Tatap Muka?

Melalui kegiatan Diskusi Terbuka 1 yang diadakan oleh BK MWA Undip pada Kamis (6/5) bersama Wakil Rektor 1 Undip, Budi Setiyono, bersama-sama mengupas tuntas pertanyaan mengenai kesiapan Undip dalam menyelenggarakan perkuliahan tatap muka.

Budi Setiyono menyampaikan bahwa sejauh ini Undip telah meningkatkan infrastruktur pendukung proses belajar mengajar luring. Selain itu, Undip juga mengadakan pelatihan khusus kepada seluruh dosen. Adanya langkah-langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran meskipun dilaksanakan secara online. Namun, terlepas dari pernyataannya tentang kuliah online, beliau mengaku bahwa Undip juga telah siap menyelenggarakan perkuliahan tatap muka.

“Undip itu sebenarnya sudah sangat siap. Kita itu sudah menyusun draf SOP terkait dengan pembelajaran tatap muka tersebut,,” ungkap Budi dalam diskusi yang diselenggarakan secara virtual melalui platform Microsoft Teams tersebut.

Beliau menjelaskan bahwa pihak kampus telah mempersiapkan beberapa ketentuan guna mendukung pelaksanaan perkuliahan tatap muka. Salah satunya Hybrid atau Blendid Method, yaitu sistem pembelajaran menggunakan absen ganjil-genap yang bertujuan untuk menekan kapasitas ruangan menjadi 50% saja. Dalam perealisasiannya nanti, mahasiswa akan bergantian masuk sesuai dengan absennya.

Tidak hanya itu, kampus juga telah menyediakan infrastruktur yang sesuai protokol kesehatan, seperti handsanitizer, alat pengukur suhu, penyemprotan ruangan, dan  ruangan gawat darurat.

Kendala yang Dihadapi Dalam Merealisasikan Perkuliahan Tatap Muka

Meskipun pihak kampus menyatakan  kesiapannya dalam menyelenggarakan perkuliahan tatap muka, terdapat beberapa kejadian yang menimbulkan kekhawatiran baru, salah satunya yaitu peningkatan kasus Covid-19 di India. Hal tersebut juga berpengaruh pada keputusan pemerintah dalam menetapkan pembelajaran offline nantinya.

“Walaupun kita sudah menyiapkan diri dengan berbagai macam kemungkinan, kita akan tetap mematuhi apa keputusan terakhir dari pemerintah,” tambahnya.

Tidak berhenti di sana, pertimbangan lain yang tengah dilakukan oleh Undip ialah learning environment. Hingga saat ini, Undip masih meragukan kesiapan masyarakat dalam menerima perkuliahan tatap muka.

Nah, pertanyaannya adalah apakah environment kos-kosan itu bisa memenuhi standar kesehatan atau tidak?” ungkap Budi.

“Lalu apakah di kos-kosan itu higienitasnya terjaga? Proses interaksi dan sirkulasi manusia maupun udara di kos-kosan tersebut apakah juga bisa memungkinkan kalian untuk menjaga kesehatan?” sambungnya.

Kekhawatiran lain yang masih terus dibincangkan oleh pihak kampus ialah vaksinasi terkhusus pada dosen dan karyawan Undip. Vaksinasi sendiri merupakan salah satu regulasi yang disiapkan guna menunjang proses belajar mengajar secara offline. Namun yang menjadi masalah ialah melesetnya ekspektasi dan fakta yang ada, dimana beberapa pengajar maupun karyawan yang telah divaksin justru mengalami penurunan kesehatan.

“Apakah vaksinasi tersebut bisa menjamin hal safety bagi  yang bersangkutan sendiri maupun bagi masyarakat atau mahasiswa?” ucap Budi dalam diskusi terbuka tersebut.

Problematika vaksinasi tidak berhenti pada dosen dan karyawan, melainkan juga pada mahasiswa. Pertanyaan yang disampaikan oleh moderator dalam diskusi tersebut “Apakah mahasiswa juga wajib divaksin terlebih dahulu sebelum mengikuti perkuliahan tatap muka?” dijawab kembali oleh Wakil Rektor 1 Undip.

“Idealnya iya, agar supaya ada situasi dimana jaminan kesehatan itu bisa terkondisikan. Mestinya antara dosen dan mahasiswa, kedua-duanya itu sudah divaksin agar resiko penularan itu terkurangi,” jawabnya.

Berkaitan dengan vaksinasi mahasiswa, terdapat satu kendala yaitu tidak adanya pihak yang bisa menanggung apabila ternyata vaksinasi yang disediakan pemerintah belum bisa menjangkau (wilayah tempat tinggal) mahasiswa secara penuh.

Persyaratan yang Harus Dipenuhi Mahasiswa

Budi Setiyono juga menyampaikan, apabila perkuliahan benar-benar diselenggarakan secara offline, maka kampus tidak akan melakukan back-up kongsi jikalau terdapat penularan Covid-19. Mengingat bahwa persebaran Covid-19 bisa saja terjadi di luar kampus.

“Mahasiswa yang akan mengikuti proses tatap muka itu harus membuat satu surat pernyataan yang menyatakan bahwa apabila terjadi sesuatu berkaitan dengan proses penyelenggaraan tatap muka itu maka ditanggung oleh yang bersangkutan,” tambahnya.

Namun, saat ini Undip tetap memberikan kesempatan bagi mahasiswa yang memiliki kepentingan mendesak untuk hadir ke kampus dengan syarat meminta izin terlebih dahulu kepada pihak kampus.

Editor: Laurentia Stella V

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *