Fitur

Kejawen: Sebuah Norma yang Tetap Hidup

Share this:

Hidup di masyarakat jawa, pasti sudah tidak asing lagi dengan perihal Kejawen. Kejawen merupakan sebuah kepercayaan dari sebuah etnis di Pulau Jawa. Seringkali, Kejawen berisikan nilai normal yang baik untuk hidup bermasyarakat. Lalu apa kata masyarakat dengan adanya Kejawen ini? Mari kita simak.

Bukan Hanya Kepercayaan

Ketika mendapat kesempatan berbicara dengan Ida, Dosen Antropologi Undip, beliau menyatakan bahwa Kejawen sebenarnya bukan sekedar kepercayaan ataupun agama. Kejawen dinyatakan sebagai norma kehidupan yang isinya peraturan-peraturan hidup. Salah satunya juga termasuk norma kepercayaan. Tidak jauh berbeda, Army, Alumnus Magister Ilmu Sejarah Undip yang saat ini menjadi guru sejarah SMA Loyola Semarang, juga menyatakan hal serupa. Menurut beliau Kejawen adalah budaya hidup masyarakat jawa masa pra-Islam.

Inti dari prinsip Kejawen adalah keseimbangan, hal tersebut banyak mengajarkan untuk berbuat baik pada segala aspek demi mencapai keseimbangan hidup. Prinsip tersebutlah yang berikutnya dituangkan dalam 7 unsur budaya berdasarkan Koentjaraningrat.

Sebagian besar masyarakat, mungkin hanya mengetahui Kejawen sebagai sebuah kepercayaan orang jawa. Dalam kejawen sendiri ajaran mengenai norma agama merupakan hal primer, karena menurut Ida sendiri ritual keagamaan merupakan ritual yang unik dan menarik.

Akulturasi Budaya

Kejawen, menjadi norma yang hidup ketika masa pra-Islam. Pada saat Islam dan kepercayaan lainnya datang, hal tersebut tidak membuat Kejawen menjadi hilang. Army sempat menyatakan bahwa Kejawen mengalami akulturasi dengan berbagai agama yang datang ke Indonesia. Bahkan, pada masa itu petinggi agama menggunakan kejawen sebagai bentuk pendekatan kepada pribumi. Hal tersebut membuat Kejawen mengalami akulturasi dengan kepercayaan-kepercayaan baru. Sehingga, Kejawen masih tetap ada, hanya saja tidak lagi banyak dianut oleh masyarakat.

Di dalam kehidupan, sebenarnya masih banyak hal yang kita lakukan dan berkaitan dengan Kejawen hanya saja kita tidak menyadarinya. Salah satunya adalah budaya nyekar makam ataupun peringatan 40 harian kematian.

Kejawen merupakan salah satu contoh peninggalan leluhur kita, yang tetap dikenang dan dihidupi. Kejawen sejatinya bukan hanya kepercayaan, lebih dari itu Kejawen adalah norma yang dapat menyeimbangkan hidup. Urip iku urup, salah satu pepatah jawa, yang mengajarkan kita untuk menjadi pribadi yang bermanfaat. Jangan lupa untuk memaknai hidup dengan tepat ya Kanca Tembalang!

Sumber Foto: Phineno.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *