Fitur

“Hantu” Sebuah Manifestasi Ketakutan Pikiran Seseorang: Percaya atau Tidak?

Share this:

Percaya atau tidak, keberadaan hantu di sekitar kita memang menjadi banyak perbincangan di sebagian besar kalangan masyarakat. Perbincangan yang mengandung kisah mistis atau horor memiliki kesan yang menantang adrenalin bagi pembaca atau pendengarnya. Ada beberapa orang yang konon bisa merasakan dan pernah melihat keberadaan makhluk gaib ini. Kita sering mengenal mereka dengan sebutan “indigo”.

Perbincangan soal percaya hantu atau tidak, juga dapat dilihat dari sudut pandang masing-masing orang. Sebagian besar percaya dan sebagian lainnya tidak. Topik yang mengangkat kisah horor dan mistis membuat sebagian besar orang penasaran. Apakah benar ada kejadiannya demikian? Atau itu hanya sebuah manifestasi yang merujuk dari film-film di layar lebar?

Di sini tim Infotembalang berhasil mewawancarai beberapa narasumber untuk dimintai pendapat mereka mengenai percaya keberadaan hantu atau tidak. Yuk simak selengkapnya!

Bagaimana Pendapat Mereka yang Percaya Keberadaan Hantu?

Mawar (nama disamarkan) mengaku bahwa dirinya percaya dengan makhluk gaib. Ia juga mempunyai pengalaman mistis yaitu ketindihan pada saat mengikuti kegiatan KP (Kerja Praktik) dan menginap di salah satu kosan baru.

Begini penuturannya,

“Saya percaya dengan keberadaan hantu/makhluk gaib karena yang hidup di dunia tidak hanya manusia saja tapi ada makhluk gaib. Saya pernah punya pengalaman merasakan hal-hal seperti itu. Kalau melihat belum pernah, hanya merasakan saja. Sebenarnya lebih ke ketindihan gitu sih. Waktu itu saya ada kegiatan KP (Kerja Praktek), semacam kegiatan magang yang kebetulan mengharuskan saya dan teman-teman ngekos di tempat baru. Ya, otomatis saya menempati kamar baru juga

Waktu itu, saya pernah merasakan ketindihan, rasanya seperti ada tangan yang memegang kepala, lalu saya nggak bisa gerak sama sekali. Sontak seketika saya langsung bangun. Saya merasa hal tersebut nyata dan ada yang memegang kepala saya kencang sekali. Selain itu hal yang sama dialami oleh teman saya yang bisa melihat sosok gaib di kamar mandi kosan tempat KP. Jika ditanya sensitif atau tidak sama hal yang begituan, jujur saya bukan tipe orang yang terlalu sensitif tapi saya percaya keberadaan makhluk gaib itu ada.”

Pesan dari saya bagi yang tidak tahu hal seperti itu atau mungkin ada yang bisa melihat, ya, harus bodo amat dan nggak perlu takut karena kita manusia lebih sempurna.

Mawar

Tanggapan lain, datang dari Caca. Ia mengatakan bahwa ia percaya keberadaan makhluk gaib atau hantu itu nyata adanya. Ia juga punya kemampuan untuk melihat dan berinteraksi dengan sosok gaib dari pengalaman yang pernah dialami.

Ini kisahnya,

“Kalau saya percaya sih sama hal yang begituan. Karena pernah ada kejadian di tempat kost (tidak disebutkan lokasinya), itu tepatnya ada 2 lantai. Di lantai 2 tidak ada meja, tapi terdengar seperti meja yang digeret/didorong, tidak ada angin juga dan tidak ada orang. Sempat terpikirkan apa itu suara genteng yang kena angin, tapi tidak mungkin jika suaranya seperti itu.

Saya sendiri untuk berjaga jaga selalu membawa dlingo bangle sejenis tanaman herbal orang Jawa. Biasanya kalo ada anak kecil sawan dikasih itu. Baunya dlingo bangle itu banyak makhluk gaib yang tidak suka. Karena saya bisa berinteraksi dengan mereka, saya pernah tanya sesuatu dan kebetulan dijawab sama mereka. Tapi kadang mereka ada yang nakal, waktu dibacakan (Ayat Al-Quran), mereka malah sontak mengikut.

Lalu ada juga pengalaman teman yang pernah tidak sengaja melihat hantu di ayunan taman pada saat mengendarai motor. Si makhluk gaib ini tidak suka jika dilihatin, akhirnya teman saya yang kena imbasnya tiba-tiba jatuh dari motor. Ada juga kejadian ketempelan. Kadang kita tidak melakukan apa-apa tapi masih saja suka ketempelan.”

Kalau orang tersebut masih sopan, yang nempel pasti ya bukan makhluk yang jahat dan sebaliknya. Semua itu kembali ke orangnya masing-masing.

Caca

Ketika ditanya soal bagaimana dirinya merasakan “hal mistis” tersebut, Caca mengatakan, “Ada rasa yang berbeda. Misalnya merasakan hawanya dingin atau hal aneh lain. Amit, ya, ada yang sedang nonton kita sekarang.” Caca kemudian menunjuk pohon pisang yang ada di dekat kami. 

Bagaimana Pendapat Mereka yang Tidak Percaya?

Selain dengan mereka yang percaya, tim Infotembalang juga mewawancari mereka yang tidak percaya dengan hantu dalam artian makhluk pengganggu.

Tanggapan pertama datang dari Rahma. Ia mengungkapkan bahwa hantu sejenis kuntilanak, pocong, genderuwo dan lain sebagainya itu merupakan wujud manifestasi ketakutan pikiran seseorang saja. Ia berkata,

“Kalau menurut saya, sebenarnya hantu-hantu sejenis kuntilanak dan lainnya itu hanya bentuk manifestasi ketakutan pikiran saja, karena kita kan sering diberikan gambaran kalau hantu/setan tuh seperti itu. Jadinya secara tidak langsung kita proyeksikan jika hantu/setan semenakutkan ini. Intinya karena pikiran saja sih. Kalau kita tidak takut juga tidak akan ada hal-hal seperti itu.”

Kata orang jaman dulu “setan iku ora ono, seng setan kui menungso” (Setan itu tidak ada, yang setan itu adalah manusia)

Rahma

Tanggapan lain datang dari Marta. Ia tidak percaya kalau hantu dalam artian makhluk usil yang mengganggu orang.

“Aku nggak percaya hantu dalam artian “makhluk usil” yang mengganggu orang dengan cara nakut-nakutin, bikin sial dan kesakitan, menyeramkan dan sebagainya. Tapi saya percaya konsep dunia lain di luar dunia riil yang kita jalani, dan kalau makhluk di dunia lain itu disebut hantu, ya, berarti itu,”

Marta

Percaya atau tidak akan keberadaan hantu di sekitar kita, itu tergantung dari kepercayaan setiap individu seseorang. Apakah keberadaan hantu adalah sebuah manifestasi ketakutan pikiran seseorang? Atau memang hantu adalah suatu kenyataan seperti kita manusia? Bagaimana menurut pendapatmu?

Sumber Foto: UnsplashJulius Drost

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *