Tembalangan

Misteri Tanjakan Gombel: Dari Kisah Cinta Hingga Makam Tersembunyi

Share this:

Mendengar kata “Gombel” kita langsung teringat dengan Wewe Gombel atau Hotel Sky Garden yang menjadi salah satu tempat favorit uji nyali di Semarang, bahkan sudah banyak media mainstream yang meliputi tempat untuk uji nyali tersebut. Bagi yang belum tahu, Gombel merupakan salah satu  tanjakan yang cukup curam di Semarang.  

Sejarah Terbentuknya Gombel lama dan Gombel baru

Pada tahun 1934 Belanda membuat jalan baru yaitu Jalan Setiabudi. Kini, jalan tersebut dikenal dengan Jalan Gombel Baru. Sejak pembangunan jalan itu, mulai ramai pemukiman di daerah tersebut. Dari situlah asal usul Gombel yang terbagi menjadi Gombel Baru dan Gombel Lama dengan dipisahkan oleh hutan kecil. Gombel terletak dengan keadaan topografi yang berbukit dan memiliki  pemandangan lanskap Kota Semarang yang mengakibatkan pemukiman di Gombel semakin padat.

Wewe Gombel dan Kisah Cintanya

Di balik keindahan yang dimiliki, Gombel juga memiliki mitos yang berkembang di masyarakat yaitu adanya Wewe Gombel (hantu perempuan) dan makhluk lainya penunggu bukit. Masyarakat percaya bahwa bencana yang terjadi di Gombel baik tanah longsor atau kecelakaan, terjadi karena ulah makhluk gaib yang sedang marah. Wewe Gombel menurut masyarakat Jawa merupakan roh dari seorang wanita yang meninggal bunuh diri lantaran dikejar masyarakat karena membunuh suaminya. Konon katanya dia sakit hati mendapati suaminya berselingkuh, hal tersebut dikarenakan dia tidak bisa memberi anak sesuai harapan suaminya, kemudian dia menjadi gila dan gembel. Akibat dari peristiwa ini, Wewe Gombel suka mencuri anak-anak. Konon anak yang dicuri biasanya anak yang tidak diurus oleh orang tuanya. Anak-anak yang diculik Wewe Gombel akan diberi makan kotoran manusia, anak-anak tersebut dihalusinasi sehingga kotoran manusia yang ia lihat seolah-olah menjadi makanan lezat favorit mereka. Ciri khas dari Wewe Gombel sendiri adalah ukuran buah dadanya yang besar seperti buah pepaya.

Makam Tersembunyi dan Tradisi Pembawa Keselamatan

Selain misteri Wewe Gombel ternyata terdapat kuburan misterius di tanjakan Gombel. Kuburan ini terletak di sebelah kanan jalan tanjakan Gombel. Di dekat kuburan tersebut juga terdapat mata air pengantin atau biasa disebut Sendang Pengantin. Jika terdapat rombongan pengantin melewati tanjakan Gombel, mereka harus menyembelih ayam putih mulus atau melempar uang receh supaya rombongan pengantin tidak kecelakaan dan selamat sampai tujuan. “Dulu iya kalau lewat sini banyak yang ngelempar uang receh dengan harapan diberi keselamatan, karena dulu di sini sering terjadi banyak kecelakaan,” ungkap Upik, pengguna Jalan Gombel. Pada masa lalu, di tanjakan ini memang sering terjadi kecelakaan lalu lintas  yang menelan korban jiwa maupun luka-luka. Mulai dari hantu yang menggunakan gaun warna putih melambaikan tangan di pinggir jalan hingga menabrakan dirinya ke kendaraan yang tengah melaju. Petugas keamanan Hotel Alam Indah menerangkan bahwa memang di kawasan bibir bukit itu sering ada penampakan dari Genderuwo, Wewe Gombel atau makhluk halus lainnya. Konon mereka merupakan penghuni istana setan yang bergentayangan di sekitar lokasi tanjakan Gombel.

Cerita di atas merupakan kisah mistis yang ada di tanjakan Gombel. Kita sebagai makhluk Tuhan harus saling menghormati sesama makhluk Tuhan. Kita tidak boleh berbuat seenaknya, misal buang air kecil di sembarang tempat. Percaya atau tidak percaya cerita di atas merupakan hak Kanca Tembalang. Semoga artikel ini dapat menjawab rasa penasaran Kanca Tembalang dengan tanjakan Gombel.

Sumber artikel ini berdasarkan merdeka.com dengan judul “Hantu Wewe, genderuwo di tanjakan Gombel Semarang”(https://www.merdeka.com/peristiwa/hantu-wewe-genderuwo-di-tanjakan-gombel-semarang.html)

Sumber Foto: Dokumentasi pribadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *