News Tembalangan

Terdampak PPKM Semarang, Pelaku Bisnis Tembalang Terus Berinovasi

Share this:

Hingga saat ini Pandemi Covid – 19 masih terus menjadi masalah utama bagi kita semua. Walau pada tanggal 13 Januari 2021 telah dilaksanakan penyuntikan vaksin pertama pada Presiden Joko Widodo, saat ini jumlah  pasien penjangkit Covid – 19 masih terus bertambah. Salah satu langkah yang diambil oleh Pemerintah Kota Semarang adalah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang diberlakukan mulai dari tanggal 11 – 25 Januari 2021. Dengan diberlakukannya peraturan baru ini maka banyak pembatasan yang wajib dipatuhi, terutama oleh para pelaku bisnis. Tidak terkecuali para usahawan yang berada di Tembalang. 

Penurunan Pelanggan yang Signifikan

Semenjak diterpa pandemi Covid-19 jumlah mahasiswa yang menetap di Tembalang mengalami penurunan. Tentu saja hal ini sangat berdampak bagi pelaku bisnis yang pasar utamanya adalah mahasiswa. Contohnya adalah Space & ko yang bertempat di Jl. Jatimulyo No 1.

Mereka mengaku merasakan dampak dari penurunan jumlah pelanggan yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa. Menurut Candra, selaku co-founder dari Space & Ko, penurunan jumlah pelanggan bisa mencapai 20% dikarenakan kebanyakan mahasiswa lebih senang untuk datang dan nongkrong pada malam hari. Padahal peraturan PPKM Semarang mewajibkan usaha-usaha untuk tutup maksimal jam 21.00.

Tidak berbeda dengan Space & Ko, Pesan Dua Coffee and Space juga mengalami hal yang sama. Menurut Shekinah Viorensi, barista dari Pesan Dua, hal ini dikarenakan minat dari masyarakat untuk pergi nongkrong di luar menurun dan lebih memilih untuk berdiam diri di rumah

Barista Pesan Dua memberi pernyataan dampak PPKM-Semarang terhadap bisnis di Tembalang
Shekinah Viorensi, Barista Pesan Dua (Sumber: Shekinah Viorensi)

Penyesuaian Peraturan PPKM

Dengan diberlakukannya PPKM, terdapat beberapa peraturan yang wajib untuk diikuti oleh pelaku bisnis, salah satunya adalah mengenai jam operasional.

Pengetatan protokol kesehatan di Pesan Dua sebagai dampak PPKM-Semarang terhadap bisnis di Tembalang
Penerapan Protokol Kesehatan di Space & Ko (Sumber: Space & Ko)

Sebagai salah satu cafe di Tembalang, Space & Ko mengubah jam bukanya. Dari yang awalnya beroperasi pukul 16.00 – 24.00 menjadi 14.00 – 21.00. Selain itu, mereka semakin memperketat penerapan protokol kesehatan.

Pesan Dua sendiri mengaku selalu menganjurkan pelanggannya untuk mencuci tangan di wastafel toilet terlebih dahulu sebelum memesan di kasir.

Inovasi Strategi Bisnis

Dampak dari munculnya pandemi serta peraturan PPKM membuat pelaku bisnis harus memikirkan kembali ide serta strategi agar mampu tetap bertahan.

Salah satu ide luar biasa dicetuskan oleh  Rica Amalia selaku owner dari Rizs Florist, sebuah bisnis florist yang berbasis di Tembalang. Dibatalkannya berbagai acara yang biasa menjadi ladang pekerjaannya membuat Rica bersama timnya membuat inovasi produk baru, yaitu hampers yang sempat trend di kalanya.

Rica Amalia memberi pernyataan dampak PPKM-Semarang terhadap bisnis di Tembalang
Rica Amalia, pemilik Rizs Florist (Sumber: Rica Amalia)

Selain itu, Rizs Florist juga menyiapkan platform baru dalam melayani pesanan, yaitu dalam bentuk website. Mereka juga menyampaikan akan memperluas layanannya sehingga mampu melayani pesanan dari berbagai kota di Indonesia

Meski keadaan tidak ideal, para pelaku bisnis terus berharap agar masalah pandemi ini segera berakhir sehingga penjualan mereka juga kembali normal. Mari, selalu taati protokol kesehatan dan ikuti aturan yang berlaku. Bersama kita tuntaskan pandemi ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *