Illustrasi Investasi
Fitur

Pingin Tajir? Yuk Kenali Ragam Investasi yang Cocok bagi Pemula!

Share this:

Bila kita memikirkan anak yang baik, biasanya karakter yang muncul adalah rajin berdoa, membantu orang tua, dan menabung. Nah, kenapa menabung muncul sebagai streotipe seorang anak yang baik? Terlepas dari sistem ekonomi kapitalisme sekarang ini, kebiasaan memiliki tabungan atau investasi memang sudah melekat dalam nilai-nilai kebudayaan kita.

Ini bukan asal bicara. Masithoh dkk. (PDF) dalam riset etnografi terhadap tradisi sumbangan di tengah masyarakat pedesaan Sukoharjo, menyatakan bahwa tradisi sumbangan telah menjadi suatu bentuk menabung “utang budi”. Dengan menyumbang ke hajatan tetangga, katakanlah mantenan (pernikahan), seseorang berharap para tetangganya juga akan balik menyumbang apabila dirinya kelak mengadakan suatu hajatan.

Hal tersebut menunjukkan bahwa manusia selalu berusaha mempersiapkan masa depan dari masa sekarang. Kali ini, saya akan mengajak Kanca Tembalang mengenali ragam bentuk investasi yang cocok bagi pemula untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Yuk!

Deposito

Deposito adalah salah satu bentuk investasi yang paling sederhana. Prinsipnya mirip dengan menabung di rekening bank. Bedanya terutama terletak di fleksibilitasmu mengambil uang tabungan. Bila di rekening biasa, kamu bebas mengambil uang kapanpun kamu butuh. Tapi, bila di deposito, kamu hanya bisa mengambil uang tabunganmu setelah melewati tenor atau jangka waktu tertentu. Biasanya tenor dimulai dari 3 sampai 24 bulan. Kamu sebenarnya tetap bisa mengambil uang sebelum jatuh tempo, tapi kamu akan dikenakan pinalti. Pinalti tersebut tergantung dengan kebijakan bank terkait.

Nah, deposito dirasa menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok bagi pemula karena deposito memiliki suku bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa, yakni sekitar 3%-5%. Selain itu, kamu tidak perlu khawatir jumlah investasimu berkurang, karena tidak ada potongan administrasi dan semacamnya. Satu-satunya potongan berasal dari pajak deposito, itu pun hanya dikenakan kepada deposito dengan nilai di atas Rp 7.500.000. Jadi, bisa dikatakan, deposito adalah salah satu instrumen investasi yang paling rendah resiko.

Tapi, itu bukan berarti deposito nihil kekurangan. Kelemahan terbesar deposito terletak di fluktuasi inflasi, sehingga jumlah deposito saat penarikan belum tentu memiliki nilai tukar yang lebih tinggi daripada saat kamu awal setor.

Bila Kanca Tembalang tertarik untuk membuka deposito, teman-teman dapat mendatangi salah satu bank kepercayaan kalian dan menanyakan produk deposito ke customer service. Rata-rata setoran awal membuka rekening deposito adalah 5-10 juta rupiah.

Bila dirasa masih terlalu berat, Kanca Tembalang dapat mencari alternatif dengan mengambil produk deposito yang ditawarkan oleh koperasi atau Credit Union. Umumnya nilai setoran awal di koperasi atau Credit Union berkisar antara Rp 500.000 sampai Rp 1.000.000.

Emas

Sejak jaman dulu, emas sudah menjadi satuan nilai tukar yang berharga. Begitupun dengan sekarang. Buat kamu yang ogah ribet, emas bisa menjadi salah satu instrumen investasi yang cocok buat kamu. Mengapa? Karena prinsipnya benar-benar sederhana. Kamu tinggal membeli emas, menyimpannya, dan ketika harga emas sudah lebih tinggi daripada saat membeli kamu bisa menjualnya untuk mendapat keuntungan.

Emas juga dapat menjadi pilihan karena emas cenderung tahan terhadap inflasi, sehingga bila nilai mata uang anjlok, harga emas umumnya tetap stabil. Logam mulia satu ini juga sangat mudah untuk dicairkan, karena permintaan pasar terhadap emas selalu tinggi. Harga emas pun cenderung terjangkau. Pada saat artikel ini dibuat, harga emas Antam 24 karat ukuran 1 gram adalah Rp 834.309.

Namun, bersyukurlah karena sekarang kamu bisa membeli emas hanya dengan modal Rp 5.000 rupiah saja. Untuk ini, kamu dapat memakai jasa Tokopedia Emas. Caranya pun sangat mudah. Kamu tinggal masuk ke situs/applikasi Tokopedia dan memilih menu Tokopedia Emas di bagian Keuangan. Di situ, kamu bisa langsung memantau harga dan melakukan jual-beli emas.

Reksa Dana

Mari kita mulai naik level. Mungkin beberapa dari Kanca Tembalang sudah pernah mendengar istilah reksa dana. Menurut pengertian dari IDX (link), reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio Efek oleh Manajer Investasi.

Intinya, Kanca Tembalang yang ingin berinvestasi pada portofolio Efek (saham, obligasi, sukuk) atau pasar uang namun kamu masih belum percaya diri untuk mengamati statistik dan menganalisa harga di bursa efek, maka kamu dapat mempercayakan uang investasimu pada sekelompok orang profesional yang disebut sebagai Manajer Investasi.

Manajer investasi-lah yang kemudian menempatkan uang kalian pada instrumen investasi yang paling menguntungkan. Istilahnya, kalian tinggal duduk manis tanpa perlu setiap hari memeloti layar grafik pergerakan harga. Keuntungan dari investasi di reksa dana diperoleh dari selisih harga saat pembelian dan penjualan.

Reksa dana memiliki beberapa kelebihan, yaitu dapat dimulai dengan biaya minimal, tidak perlu memiliki pengetahuan dan keahlian professional, dan efisien waktu. Pun sekarang teman-teman bisa memulai investasi reksa dana dengan sangat mudah. Salah satu caranya adalah melalui Bibit, aplikasi investasi reksa dana. Bibit memberi kemudahan bagi teman-teman pemula, karena kamu bisa mulai berinvestasi dengan modal awal hanya sebesar Rp 100.000 saja.

Kelemahan dari reksa dana adalah adanya potongan terhadap nilai investasi, mulai dari biaya transfer bank kustodian, biaya manajer investasi, biaya kustodian, hingga biaya pembelian dan penjualan reksa dana. Umumnya, tingkat biaya investasi reksa dana berkisar dari 2-5%, tergantung manajer investasi yang kamu pilih. Semakin bagus sebuah manajer investasi, semakin rendah biaya yang harus kamu tanggung.

Oh ya, jangan lupa, karena reksa dana juga merupakan bagian dari bursa efek, maka dari itu harga akan dipengaruhi oleh banyak variabel. Meskipun sudah dikelola oleh manajer investasi, teman-teman sebaiknya tetap pintar-pintar membaca situasi dan kondisi pasar. Contohnya, ketika Joe Biden terpilih menjadi Presiden AS, harga rata-rata unit reksa dana mengalami kenaikan. Sebaliknya, ketika pandemi Covid-19 menghantam di bulan Maret, harga reksa dana mengalami penurunan yang signifikan.

Saham

Ini dia idola para investor. Menurut IDX (link), saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Intinya, saham adalah cara teman-teman turut mendanai suatu perusahaan dan secara langsung memiliki klaim terhadap pendapatan dan aset perusahaan, tentunya tergantung seberapa besar persentase saham yang dimiliki.

Saham selalu menarik untuk dilirik karena saham dinilai bisa memberikan tingkat keuntungan yang tinggi. Keuntungan saham diperoleh dari dividen dan capital gain. Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan terhadap setiap pemilik saham. Sedangkan capital gain diperoleh ketika harga jual lebih tinggi daripada harga beli saham. Capital gain inilah yang biasanya diburu oleh trader saham.

Tapi, sekali lagi, itu sangat dipengaruhi oleh banyak variabel. Di sinilah titik keseruan “bermain” saham. Berbeda dengan reksa dana, kamu sendirilah yang harus memiliki kemampuan dan pengetahuan terhadap fluktuasi harga pasar. Kamu juga wajib bisa menganalisis sentimen pasar, dan variabel lain seperti isu sosial politik global. Selain itu, kamu dituntut untuk bisa memahami latar belakang perusahaan, terutama dari laporan keuangan dan trayeksi beberapa tahun terakhir. Pokoknya, siap-siap banyak membaca, mengamati, dan menganalisis!

Salah satu prinsip dasar investasi saham adalah high risk, high return. Ini berarti semakin tinggi tingkat return atau hasil suatu saham, maka semakin besar pula potensi risikonya. Bila kamu tidak cermat dalam memilih dan “memainkan” saham, bisa-bisa kamu akan mendapatkan capital loss atau kerugian karena harga jual lebih rendah daripada harga beli. Risiko paling buruk adalah perusahaan tempatmu menanamkan saham mengalami likuidasi atau bangkrut. Bila ini terjadi, semua nilai investasimu bisa lenyap begitu saja.

Untuk memulai berinvestasi saham, sekarang banyak cara yang mudah. Teman-teman dapat memanfaatkan berbagai aplikasi investasi saham yang tersedia di Google Play atau Apple Store, seperti Stockbit atau RTI Business. Pastikan aplikasi yang teman-teman gunakan sudah terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bila sudah berhasil membuka rekening saham, kamu dapat mulai membeli saham yang kamu mau.

Untuk membeli saham, minimal kamu harus membeli satu lot atau 100 lembar saham. Besaran harganya, sangat tergantung dari perusahaan yang kamu pilih. Seorang teman pernah berkata bahwa sebaiknya kita membeli saham dari perusahaan yang kita tahu dan kenal produknya. Bila tidak yakin, jangan membeli saham dari perusahaan yang kamu bahkan tidak pernah mendengar namanya. Ini karena harga saham perusahaan besar relatif stabil dalam jangka panjang, seperti BCA, BRI, Astra, Telkom, dan lain-lain.

Berinvestasi ibarat menanam pohon. Dimulai dari benih kecil, namun bila dirawat akan menjadi pohon yang besar dan menghasilkan. Ingat, bahwa tidak ada yang instan. Semua butuh proses, termasuk langkah menjadi tajir. Kegagalan bisa jadi kita temui, tapi paling tidak kita berani mencoba dan belajar. Yuk, mulai sisihkan uangmu untuk investasi! Bila tidak lekas dimulai dari sekarang, mau kapan lagi? Cheers!

Julius Ardiles Brahmantya
Cultural Anthroplogy UGM 2017 | Student, writers | AMDG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *