Event Hits

Sinema Akhir Minggu #2: Wadah Baru Komunitas Film Semarang

Share this:

Minggu (29/11/2020), Infotembalang bersama Kofimilk Unika Soegijapranata mengadakan acara screening “Sinema Akhir Minggu #2”. Kegiatan yang bertempat di Tower Cafe, Tembalang, ini dimulai pada pukul 19.30 WIB. Hujan deras yang mengguyur Semarang sedari siang ternyata tak menyurutkan para peserta untuk datang menghadiri kegiatan nonton dan diskusi film bersama ini. Kegiatan dihadiri oleh sejumlah komunitas film. Selain dari Kofimilk, ada pula perwakilan dari Kopos Universitas Wahid Hasyim dan Biro FTV Universitas Dian Nuswantoro. Tidak lupa, sebelum memasuki venue, semua hadirin dicek suhu tubuhnya dan diminta mencuci tangan.

Dua Sinema Lokal

Sinema yang diputar pada kali itu adalah dua sinema pendek garapan Kofimilk, yaitu “Tak Kembali” dan “Ojo Sembrono”. “Hilang” mengisahkan tentang seorang pemuda yang kehilangan saudaranya akibat laka lantas. Sedangkan, “Ojo Sembrono” mengambil genre horor dalam menceritakan tentang pengalaman sekelompok pemuda-pemudi pecinta alam ketika mendaki gunung. Keduanya memiliki pesan moral yang kuat dan dibungkus dalam alur cerita yang menarik. Terdapat satu benang merah antara kedua film tersebut, yaitu selalu waspada dan bijak dalam bertindak.

Diskusi Antar Komunitas Film

Setelah film diputar, maka tibalah saat untuk mediskusikannya bersama-sama. Pada Sinema Akhir Minggu kali ini, terdapat tiga pembicara dari tim produksi sinema “Ojo Sembrono”, yaitu Yosi selaku Sutradara, Bagas selaku Director of Photography, dan Pasanda sebagai Scriptwriter. Diskusi yang dimoderatori oleh Bram selaku Pimpinan Redaksi Infotembalang ini berjalan selama sekitar 45 menit.

perwakilan komunitas film Kofimilk

Isi diskusi diawali dengan kisah di balik proses produksi film, mulai dari brainstorming tema, pemilihan tema, penggarapan naskah, hingga lika-liku produksi di lapangan. Tak ayal, tim produksi sering harus berimprovisasi dan putar haluan ketika menggarap film tersebut.

“Kayak misalkan faktor cuaca. Harusnya scene di malam hari itu panjang. Tapi, karena situasi di lapangan, kami akhirnya memutuskan untuk mengubah sebagian jalan cerita,” tutur Yosi.

Wadah Berbagi dan Menerima Ilmu

Setelah sesi penjelasan, moderator lantas membuka sesi tanya-jawab. Para peserta pada awalnya tampak cukup ragu untuk menyampaikan komentar dan pertanyaannya. Namun, pada akhirnya jalannya sesi berlangsung dengan cair dan mengalir.

Cairnya diskusi mulai terasa semenjak Dikon dari Biro FTV Udinus memberi komentar atas film produksi Kofimilk. Ia menyoroti persoalan kualitas audio. Lantas, Bagas dari Kofimilk Unika meminta saran dan ilmu dari teman-teman Biro FTV. Dari situlah terjadi pertukaran informasi dan ilmu seputar editing dan mastering audio untuk film.

Dikon dari Biro FTV Udinus

Perwakilan dari Kopos Unwahas ternyata juga tak mau ketinggalan. Adalah Arizal dari Kopos yang turut menyumbangkan pengetahuan yang dimilikinya seputar proses penyuntingan suara.

Arizal dari Kopos, komunitas film dari Unwahas

Harapan Agar Terus Berlanjut

Kegiatan screening sinema lokal yang sudah dilangsukan kedua kalinya ini semakin menuai sambutan positif dari para pesertanya. Bagas mengatakan bahwa selama ini memang masih cukup jarang event screening yang melibatkan banyak komunitas film.

“Masih jarang sih. Ini malah jadi momentum yang bagus bagi Kofimilk untuk menjalin relasi dengan komunitas film lain. Aku bahkan sebelumnya ndak tahu kalo di Udinus ada komunitasnya. Semoga acara ini rutin diselenggarakan sih,” ujar Bagas.

Nah, bagaimana Kanca Tembalang? Apakah semakin tertarik buat ikut gabung ke acara Sinema Akhir Minggu berikutnya? Buat kamu para sineas atau komunitas film lokal, silahkan mengontak contact person Infotembalang bila ingin film kalian di-screening oleh Infotembalang dan teman-teman pecinta film lainnya. Cheers!

Julius Ardiles Brahmantya
Cultural Anthroplogy UGM 2017 | Student, writers | AMDG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *