Acara Hits

Sinema Akhir Minggu #1: Cara Asyik Nikmati Sinema Lokal

Share this:

Minggu (25/10/2020) Infotembalang Media bersama Kronik Filmedia Universitas Diponegoro dan Kopos Universitas Wahid Hasyim mengadakan screening film dengan tajuk “Sinema Akhir Minggu”. Acara ini dilaksanakan di Tower Cafe pukul 19.00 WIB dan dihadiri total sebanyak sekitar 25 peserta dari Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Paraga Universitas Katolik Soegijapranata dan LPM Manunggal Universitas Diponegoro. Selain itu diramaikan juga oleh Ikatan Kawula Muda (IKADA) Jurang Blimbing dan Komunitas Kofimilk FKH Unika Soegijapranata. Melalui kolaborasi perdana ini, diharapkan terbangun jejaring relasi antar komunitas, khususnya yang ada di Tembalang. Acara berlangsung dengan lancar dan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Pemutaran Tiga Film

Screening film dibuka oleh kedua MC dari Infotembalang Media sekaligus diputarnya film dokumenter pertama. Film pertama diproduksi oleh Kronik Film Media yang berjudul “Maling” di mana film ini menceritakan kisah dua orang maling yang terlalu banyak berpikir ketika ingin melancarkan aksinya. Film berdurasi 10 menit ini sukses menarik perhatian peserta karena menggabungkan genre horor dan juga komedi. Dilanjutkan dengan film kedua yaitu BTS yang menceritakan kisah dibalik seorang lelaki feminim yang suka berdandan. Film ini mengusung tema mental health dan cyber-bullying. Film produksi Kopos dengan judul LDR menjadi film pamungkas pada screening kali ini. Alur cerita film tersebut menekankan pada kisah cinta dua insan yang ternyata harus dipisahkan oleh jarak. Dialog jenaka yang terselip serta plot twist di bagian akhir berhasil menyedot perhatian penonton.

Setelah pemutaran film selesai, diskusi pun dibuka oleh moderator, Julius Brahmantya, yang sekaligus merupakan Pemimpin Redaksi Infotembalang Media. Diskusi terbuka ini mengundang para sutradara dari ketiga film dan kedua perwakilan dari setiap LPM yang hadir. Naya, selaku penanggung jawab dari produksi film Maling dan BTS membuka diskusi dengan menjelaskan seluk beluk penggarapan kedua film tersebut. Disusul dengan penerangan dari Rizal selaku Ketua Kopos yang mengulas proses produksi film LDR dari awal hingga akhir. Selain menerangkan persoalan teknis penggarapan, mereka berdua juga menyampaikan substansi dan pesan yang ingin disampaikan dari ketiga film tersebut.

Perbedaan Penyampaian Pesan

Pernyataan dari kedua sutradara pun ditanggapi oleh para perwakilan LPM. Berdasarkan kacamata jurnalistik, ketiga film tersebut memiliki pesan implisit yang sangat baik bagi kehidupan sehari-hari. Pesan yang disampaikan oleh ketiga film tersebut pun mampu dipahami oleh sebagian penonton dengan baik. Meskipun demikian, para perwakilan LPM juga menyampaikan beberapa kritik seputar persoalan teknis dan substansial terhadap ketiga film tersebut.

Diskusi ini pun memicu pertanyaan dan tanggapan dari beberapa peserta yang hadir, termasuk dari IKADA dan Kofimilk. Diskusi kemudian ditutup dengan kesimpulan dari moderator yang menyorot satu hal. Pada dasarnya terdapat perbedaan yang cukup kentara antara praktik sinematografi dan jurnalistik, yakni perbedaan dalam penyampaian pesan. Para sineas cenderung memberikan pesan secara implisit agar penonton dapat berimajinasi tanpa batas dan menerka dengan sudut pandangnya masing-masing. Berbeda dengan para jurnalis yang berusaha untuk memberikan informasi secara terbuka dan eksplisit agar tidak mengundang mispersepsi di kalangan pembaca.

Acara kemudian ditutup tepat pukul 21.00 dengan penyerahan kenang-kenangan dari Infotembalang kepada rekan komunitas dan foto bersama. Diharapkan, acara ini menjadi awal dari sebuah relasi yang berkelanjutan. Infotembalang Media pun berencana untuk terus melahirkan acara serupa guna mengasah ilmu jurnaslitik dan membangun hubungan yang berkualitas dengan setiap komunitas yang ada di Tembalang.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *