Lekat

Amanda Margareth: Jadi Mahasiswa Berprestasi dengan Prinsip Idealis

Share this:

Mencetak prestasi gemilang dalam suatu bidang tertentu terkadang menjadi sebuah pencapaian yang tak ternilai. Apalagi jika prestasi tersebut memberikan kontribusi nyata positif untuk sekitarnya. Kali ini, Infotembalang berkesempatan berbincang dengan seorang mahasiswa yang telah menyabet gelar Juara II Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional 2020. Yap, dia adalah Amanda Margareth Inganta Sebayang.

Penasaran dengan kegiatan dan serba-serbi mahasiswi jurusan Teknik Perkapalan Angkatan 2017 Universitas Diponegoro ini?.   Yuk simak obrolan kami!

Aktif Berorganisasi

Tak bisa dipungkiri, jurusan teknik terkenal dengan sejumlah mata kuliah prakteknya yang menggunung. Sehingga, acap kali mahasiswa teknik dipandang sebagai mahasiswa yang super-sibuk dan butuh waktu lama untuk lulus. Namun, tampaknya itu bukanlah penghalang bagi Amanda. Meski sudah dijejali dengan beragam teori dan praktek, ia belum berpuas diri dengan apa yang sudah didapatkannya di dunia perkuliahan. Ia juga terus menggali potensi diri dan memuaskan hasratnya untuk berorganisasi baik di dalam maupun luar kampus.

Sederet organisasi dalam kampus telah diikuti Amanda seperti TEDxUNDIP, Undip Robotic, Undip Debating Forum (UDF), dan masih banyak perhimpunan mahasiswa lainnya. Adapun organisasi yang ia geluti di luar kampus yaitu Talknow.ID, di mana organisasi berbasis platform ini menyediakan informasi mengenai kesehatan mental. Selain itu, platform ini juga memberikan pertolongan pertama pada kebutuhan psikologi yang banyak dibutuhkan oleh orang lain. “Kita menyediakan platform itu untuk orang-orang supaya mereka bisa cerita dan bisa menjamin kesehatan mentalnya lebih lanjut,” ujar mahasiswa asal Bali ini.

Suka Suasana Kerja Produktif

Bagi Amanda suasana adalah kunci utama untuk menjadi produktif. Suasana tersebut ia peroleh dari berbagai tempat seperti workspace atau kafe yang ada di sekitar kampus. Tempat-tempat tersebut biasanya memang sudah dijadikan sebagai tempat untuk produktif seperti nugas, bekerja, dan sebagainya. Sehingga terbiasa dengan lingkungan tersebut membuat Amanda lebih bersemangat dengan adanya pacuan dari sekitar.

Prefer kerja di suatu tempat yang ambience-nya untuk kerja. Di sana hanya untuk nugas dan ke-trigger,” tukas Amanda.

Inilah yang membuat Amanda terus menerus memompa diri untuk terus melakukan hal-hal produktif yang akan menunjang rencana-rencana kedepannya. Wah, keren ya Kanca Tembalang!

Terkadang, Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Amanda mengakui menjadi mahasiswa berprestasi tidaklah mudah. Terlebih ketika melihat kemampuan orang lain yang dirasa lebih baik, sedikit banyak membuat dirinya minder. Hal inilah yang terkadang menjadi kendala terbesar yang harus dilewati oleh setiap orang. “Terutama internal, karena banyak keraguan, keputusasaan, dan semacamnya. Kendala utamanya ya dari diri sendiri,” sahut gadis yang juga merupakan penulis ini.

Melawan ketakutan, kebimbangan dan kecemasan dalam diri sendiri jauh lebih sulit dibandingkan dengan faktor-faktor ekstrenal. Alasan utama mendaftar menjadi mahasiswa berprestasi di jurusannya pun semata-mata sekadar membantu program kerja organisasi teman. Tak pernah terlintas dipikiran Amanda untuk mendaftar bahkan menembus mawapres hingga tingkat nasional. Namun, sekalipun begitu, ia tetap mengusahakannya dengan maksimal. Ia pun semakin berupaya mengembangkan diri secara hardskill maupun softskill agar bisa berguna untuk orang lain.

Pasang Target Idealis

Tidak ada formula pasti untuk menjadi sukses. Setiap orang memiliki cara dan versinya masing-masing dalam mencapai sesuatu. Cukup fokus ‘tuk berusaha dan lakukan yang terbaik. Hal ini berhasil Amanda buktikan dengan caranya sendiri. Sejauh ini tips yang Amanda lancarkan dalam kesehariannya adalah dengan bekerja menuju ke arah kesempurnaan. Itupun ternyata belum cukup bagi Amanda. “Buatlah tujuan seidealis mungkin agar kalian selalu bisa berusaha maksimal untuk mencapainya. Jangan set the standar too low,” tukasnya.

Jadi jika kalian sedang berjuang untuk mendapat sesuatu kejarlah sampai titik darah penghabisan. Hanya saja, perempuan yang menyukai filmmaking ini menyarankan untuk selalu ingat bahwa manusia itu bukan robot. Sehingga dia berharap semua orang bisa memperhatikan cinta terhadap diri sendiri selain kewajiban untuk memenuhi ekspektasi orang lain dan berguna untuk sekitar.

Terungkap sudah bagaimana Amanda yang kini telah menjadi buah bibir di kalangan mahasiswa dapat mencapai kesuksesan. Semoga dengan adanya artikel ini, Kanca Tembalang dapat terinspirasi dan terus produktif di bidangnya masing-masing. Semangat ya!

“Bagiku ini untuk lebih bisa menghargai diri sendiri sesuai dengan prinsip masing-masing. Aku selalu ingin berkembang minimal untuk diri aku sendiri dan maksimal untuk orang lain. Dan aku rasa mawapres adalaha salah satu cara untuk mengekspresikan hal itu”

-Amanda Margareth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *