Lekat

Emir Eranoto Dipasena: Tinggalkan Tim Academy Liga Italia dan Pilih Kuliah di Undip

Share this:

Sebagai salah satu universitas terbaik di negeri ini, Universitas Diponegoro (Undip) menerima calon mahasiswanya dari berbagai daerah dan jalur penerimaan. Mulai dari jalur prestasi, seleksi rapot, seleksi bersama, mandiri, hingga kelas internasional. Namun, pada tahun ini ada satu di antara belasan ribu mahasiswa barunya yang sempat menyita perhatian publik. Pasalnya, dirinya adalah jebolan Kapten Tim Academy Liga Italia.

Mimpi Menjadi Jurnalis Olahraga

Laki-laki yang beberapa waktu lalu sempat menghebohkan Undip itu bernama lengkap Emir Eranoto Dipasena. Emir tercatat sebagai mahasiswa baru program studi Sastra Inggris melalui jalur International Undergraduate Program (IUP) pada tahun ajaran baru 2020/2021. Kepada tim Infotembalang, ia mengaku prodi tersebut berhubungan dengan pekerjaan impiannya di luar dunia sepak bola, yakni menjadi sports journalist di media internasional.

Keputusannya memilih Indonesia dan Undip menjadi tempat untuk menempuh pendidikan salah satunya adalah karena ingin dekat dengan keluarga. Menurutnya, Undip juga merupakan salah satu universitas terbaik yang ada di Indonesia. Jadi, mengapa tidak?

Sepak Bola itu Permainan Sederhana

Meskipun kini ia adalah seorang maba (mahasiswa baru), nyatanya ia sudah melanglang buana mengadu nasib di dunia sepak bola secara profesional. Bukan hanya di kancah nasional, melainkan tingkat internasional ia jajaki dengan berani. Ketertarikannya terhadap dunia sepak bola sudah tertanam semenjak ia menginjak usia lima tahun. Baginya, sepak bola memiliki makna yang istimewa.

“Dari sepak bola kita bisa menyatukan ratusan ribu bahkan jutaan manusia hanya karena sebuah permainan sederhana,” ujar Emir.

Emir memutuskan pergi ke Italia saat menginjak kelas 3 SMA. Salah satu pelatihnya ada yang merekomendasikan dirinya, hingga akhirnya ia berangkat ke luar negeri. Perantauan Emir sejak tahun 2018 ini membuahkan hasil. Ia lantas dipilih sebagai Kapten ISM Academy. Pelatihnya melihat Emir memiliki potensi dan kemampuan sebagai kapten tim. Selain kemampuannya itu, Emir juga dinilai memiliki komitmen dan kemauan yang tinggi untuk mencapai tujuan. Namun, menjadi kapten tim di negeri orang bukanlah sesuatu yang mudah.

“Saya memimpin tim yang sangat berbeda dari biasanya. Mulai dari perbedaan bahasa, budaya, dan kebiasaan. Jadi saya harus lebih bisa mengerti dan dari sudut pandang pemain lain terhadap suatu masalah,” jelas Emir.

Ingat Tujuan Awalmu!

Sama seperti mahasiswa pada umumnya, Emir berharap bisa mengharumkan dan membawa nama Undip di kancah nasional ataupun internasional melalui kemampuan yang ia miliki. Salah satunya, ia memiliki keinginan untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sepak bola.

Meski langsung dihadapkan pada Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), ia berharap dapat menjalani perkuliahan dengan baik sehingga mampu lulus tepat waktu. Laki-laki yang berasal dari Jakarta ini juga memiliki cita-cita untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri setelah merampungkan gelar sarjananya. Sebagai seorang atlit atau penggiat olahraga, dirinya berprinsip bahwa latar belakang pendidikan yang cemerlang adalah bekal yang penting. Maka dari itu, Emir ingin menjadi salah satu yang memulai budaya dan tradisi tersebut di Indonesia.

Ada satu pesan menarik nih dari Emir buat Kanca Tembalang sekalian supaya tetap semangat dan tidak putus asa menggapai cita-cita. Emir berpesan, masih banyak hal yang bisa membuat kita semakin termotivasi salah satunya adalah keluarga.

In the first place, remember why you start all of these and try to look back how far have you been. Tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai, you can be anything you want in the future. Good luck for everything!

Seperti kata Emir, tidak ada mimpi yang terlalu tinggi untuk dicapai. Semua tergantung bagaimana kita menyikapinya. Jika semangat itu mulai luntur, ingat selalu untuk kembali ke tujuan awal kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *