Lekat

Fokus Jalin Kerjasama, Komunitas Film Kronik Undip Tetap Produktif Selama Pandemi

Share this:

Setiap orang pasti punya minat dan bakatnya masing-masing. Mulai dari bidang seni, sosial-budaya, olahraga, ekonomi dan masih banyak lagi. Kampus, sebagai tempat belajar mahasiswa, mengakomodasi kebutuhan untuk mengekspresikan minat dan bakat tadi ke dalam perkumpulan-perkumpulan. Kronik, adalah salah satu organisasi berbasis minat dan bakat yang terdapat di Universitas Diponegoro (Undip). Organisasi ini terdiri dari mahasiswa Undip yang memiliki minat akan dunia perfilman. Bagi kalian para sinefil, yuk selami serba-serbi tentang organisasi satu ini. Check it out!

Kronik: Berawal dari Tulisan di Burjo

Kesadaran akan tingginya minat dan apresiasi di bidang perfilman membuat Kronik sebagai satu-satunya organisasi perfilman yang bergerak di Undip. Didirikan pada tahun 1997, Kronik telah memiliki segudang pengalaman di bidangnya. Soal asal-usul nama, ternyata sangatlah sederhana. Pasalnya, nama “Kronik” didapat dari sebuah tulisan yang tertera di tempat makan Burjo yang didatangi oleh para pendiri organisasi ini. Unik memang dan tak jarang out of the box alih-alih dianggap tidak jelas.  

Adakan Bimbingan Intensif

Layaknya organisasi pada umumnya, Kronik pun memiliki beberapa divisi seperti Hubungan Masyarakat (Humas), Penelitian dan Pengembangan (Litbang), Apresiasi dan juga Produksi. Setiap tahunnya organisasi ini memproduksi film di bawah tajuk Movie on the Year. Selain dijadikan sebagai arsip untuk setiap angkatan kepengurusan, hasil produksi ini juga sering kali diikutsertakan dalam berbagai permutaran film untuk umum. Untuk memenuhi tahapan tersebut setiap anggota Kronik diberikan serangkaian pelatihan, mulai dari cara menulis naskah, pengaturan lighting, hingga editing. Jadi, dapat dipastikan setiap anggota akan mendapat bimbingan yang intensif untuk mampu memproduksi film secara tim maupun individu.

Jalin Kerjasama Selama Pandemi

Menurut Rhema Armen Dintar, selaku ketua organisasi Kronik, dapat dikatakan selama pandemi tidak ada program kerja yang berjalan karena terhalang keterbatasan. Namun hal tersebut tidak menyurutkan api semangat untuk tetap produktif. Alhasil, kekosongan tersebut dialihkan dengan cara menjadi media partner di berbagai kegiatan, seperti acara lomba tingkat internasional yang diadakan oleh Universitas Amikom Jogja. Tak hanya sebagai pendukung, Kronik pun mengikutsertakan film karya mereka pada lomba tersebut.

“Jadi sejauh ini kerjaannya [adalah] kerjasama pemutaran film di [platform] online, seperti Youtube, Ms. Teams, dan kerjasama dengan komunitas di universitas lain untuk pemutaran film di komunitas universitas,” jelas Armen.

Buncahan semangat untuk segera memproduksi film sangatlah tinggi, namun selain pandemi, lagi-lagi alat menjadi penghalang di bidang ini. Begitu pun dengan hubungan perizinan dan surat-menyurat. Saat ini Kronik tetap aktif dengan sejumlah agenda online sekaligus mempromosikan organisasi ini kepada mahasiswa baru Undip. Setelah itu barulah perencanaan perayaan hari ulang tahun Kronik melalui program kerja “Kronik Nonton Film 10”. Acara ini sebenarnya terbuka untuk umum agar semua orang dapat menikmati karya lokal anak bangsa.

Di samping itu, mereka juga memiliki solidaritas yang tinggi dengan berbagai organisasi serupa yang terdapat di universitas lain. Misalnya Unversitas Negeri Semarang (Unnes) dan Universitas Wahid Hasyim Semarang (Unwahas). Kegiatan seperti screening film pun tak luput dari perhatian Kronik untuk dijadikan ajang kerjasama salah satunya dengan Sineroom. Keren ‘kan!

Sederet Prestasi Kronik

Percaya atau tidak, film karya Kronik sempat diputarkan dalam acara festival film bergengsi di Rotterdam, Belanda pada tahun 2005. Disusul pada tahun 2013 dengan lolos menjadi 50 besar dalam jambore nasional di Cibubur. Setahun kemudian, 2014, berhasil masuk 7 besar di perlombaan yang diadakan oleh Universitas Airlangga (Unair).

Selanjutnya tahun 2016 sampai 2017 mendapat juara kedua pada perlombaan di salah satu universitas Surabaya. Berikutnya pada tahun 2018, mengirimkan dua film pada lomba Gramedia Nasional. Melihat track record yang luar biasa, Kronik dapat dikatakan sebagai organisasi sarat prestasi. Hal ini membuat Kronik seringkali dipercaya untuk diajak kerjasama, salah satunya datang dari Persatuan Artis Film (PARFI) Semarang.

Dengan jumlah anggota aktif sebanyak 40-50 anggota, Kronik selalu membawa kebanggan tersendiri bagi anggotanya. “Aku seperti menemukan berlian di kepengurusan kali ini,” tutur Armen penuh haru. Ini juga yang membuat mahasiswa jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ini berusaha untuk memberikan kesibukan yang berfaedah pada anggotanya. Contohnya dengan mengadakan sayembara menulis naskah yang nantinya akan dijadikan sebagai Movie of the Year dan diproduksi awal tahun 2021.

Armen pun berpesan, untuk Kanca Tembalang yang memiliki usaha dan tertarik menjalin kerjasama pemutaran film dapat menghubungi Kronik melalui Instagram @kronikfilmedia.

Organisasi tidak hanya sekadar untuk menyalurkan minta dan bakat semata, tetapi juga membangun relasi dan membuatnya menjadi berkualitas. Setuju, Kanca Tembalang?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *