Acara Hits

Impact Circle Ajak Para Pelaku Usaha untuk Bangkit Bersama Menghadapi Krisis

Share this:

Tak bisa dimungkiri, pandemi Covid-19 berdampak pada banyak sektor, termasuk sektor ekonomi. Dalam rangka merespon hal tersebut, Impact Circle mengadakan acara dalam bentuk webinar dengan mengusung tema #BangkitBersama: Wirausaha Solusi Iklim Produktif. Acara ini diselenggarakan pada Sabtu (22/08/2020) pada pukul 14.00 WIB. Kurang lebih 580 peserta yang bergabung di aplikasi Zoom, dan lebih dari 1.1000 di youtube turut meramaikan acara ini. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Impact Circle menghadirkan tokoh-tokoh berkelas, seperti Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, Perwakilan Industri dan Investasi dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia Fadjar Hutomo, CEO PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, serta Chairunissa I Fuadillah, Pemilik Are You and I Hotel yang juga menjabat sebagai Direktur @idnextleader. Impact Circle sendiri merupakan sebuah komunitas AIESEC di Indonesia sebagai wadah bagi pemuda, media, dan komunitas di Indonesia untuk mengkomunikasikan kepedulian mereka dengan baik.

Wakil Walikota Semarang, Ibu Hevearita Jelaskan Permasalahan UMKM di Semarang

Hevearita menjadi pembicara pertama dalam acara tersebut yang dimoderatori oleh Ilmaa Samara. Ia menjelaskan tentang permasalahan UMKM di Semarang serta dampak yang terjadi melalui peran Kota Semarang dalam usahanya membantu mengembangkan potensi kewirausahaan. Menurut catatan Kemenristek, sebanyak >80% perusahaan transportasi dan pergudangan, >80% jasa pendidikan, >65% industri pengolahan, >50 layanan akomodasi dan makanan, >70% industri informasi dan Kkmunikasi, serta >50% jasa perusahaan diketahui menjadi sektor usaha yang paling rentan terhadap dampak pandemi Covid-19.

Hevearita beserta Pemerintah Kota Semarang juga telah memberikan bantuan kepada para pelaku UMKM di Kota Semarang, beberapa diantaranya adalah bantuan pembayaran PBB sebesar 5-15%, membebaskan retribusi, serta Kredit Wibawa, yakni kredit minimal sebesar 5 juta rupiah tanpa agunan.

Fadjar Hutomo, selaku Perwakilan bidang Industri dan Investasi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Indonesia membahas permasalahan ini melalui sudut pandang iklim kewirausahaan di Indonesia. Menurutnya, dampak Covid-19 terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sangat buruk. “Sangat terpuruk, banyak usaha tutup sementara event dan kegiatan ditunda,” jelas Fadjar
Menurutnya, sangat diperlukan bagi para pelaku usaha untuk ‘melek’ terhadap permasalahan yang ada di sekitar. Karena permasalahan yang ada di sekitar dapat memunculkan peluang baru jika para pelaku usaha memiliki daya kreatif.

Terdapat 4 faktor besar dalam membangun usaha menurut Fadjar Hutomo, yakni:

  1. Opportunity, harus pandai melihat peluang.
  2. Brand, mengutamakan kualitas
  3. Value, menciptakan nilai tambah pada produk atau jasa yang ditawarkan
  4. Digitalization, memanfaatkan era digital dan teknologi

Pelaku Usaha Perlu Memiliki Striving Mindset

Setelah mengetahui iklim ekonomi di Indonesia, hingga dukungan yang dapat diperoleh pelaku wirausaha. Salman Subakat selaku CEO PT Paragon Technology dan Inovation menjelaskan dari sudut pandang pelaku wirausaha. Ia berpesan agar pelaku wirausaha lainnya dapat memiliki striving mindset. Menurutnya, salah satu cara perusahaan untuk membangun kesan branding dan kepercayaan adalah tetap fokus terhadap personal development. Selain itu juga dengan melakukan pembicaraan dalam pengambilan tindakan terhadap target yang telah ditentukan di awal.

Ia juga memberikan pandangannya terhadap para calon pelaku wirausaha yang ingin bekerja sama dengan para investor dalam membuka usaha. Menurutnya, yang terpenting adalah jaga kepemilikan usaha selama mungkin, sehingga pelaku wirausaha dapat tetap menjaga idealisme mereka tanpa membatasi perkembangan diri sendiri. Caranya dengan banyak melakukan inovasi yang bergantung pada value, bukan bergantung pada modal.

Materi terakhir dalam acara ini disampaikan oleh pemilik Are You and I Hotel di Bandung. Ada juga General Affairs Director di @idnextleader, yaitu Chairunissa I Fuadillah. Idnextleader sendiri merupakan sebuah organisasi penyedia support system bagi para pemuda calon tanah air.

Chairunissa menyampaikan 10 poin mengenai strategi bisnis, yaitu: Ideation, Market research, Business modal, Business plan, Branding, Pricing, Registrasi perusahaan, Founding, Marketing, dan Team

“Selain critical thinking, para pelaku wirausaha juga harus mulai melatih creative thingking. Pelaku usaha juga perlu peka terhadap perubahan yang ada dan mulai untuk ‘melek’ terhadap peluang di sekitar,” ujar Chairunissa. Ia juga memberikan masukan perihal self motivation ketika bisnis yang digeluti tidak berjalan dengan baik. Yaitu dengan cara fokus melakukan hal-hal yang kita kuasai serta fokus dapat diubah agar lebih positif. Dalam berwirausaha, kadang kita diharuskan untuk bekerja sama dengan orang lain. Chairunissa memberikan pandangannya terhadap perbedaan cara pandang di dalam sebuah tim. Yaitu dengan cara menemukan sebuah kesamaan dari tiap individu di dalam tim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *