Lekat

Kiat Survive Menjalankan Usaha Kala Pandemi ala Owner Baksu Tembalang, Noer Cahyo Santoso

Share this:

Belakangan ini, menjadi pengusaha di usia muda dapat dilakukan siapa saja. Pasalnya, ada banyak kemudahan yang dapat ditemukan apabila bersungguh-sungguh dalam menjalaninya. Begitu pula yang dilakukan Noer Cahyo Santoso yang merupakan salah satu owner Bakmi dan Katsu (Baksu). Kegigihan dalam dunia bisnis membuat Cahyo merasakan pahit manisnya menjadi pelaku usaha di Tembalang.

Awalnya Cuma Menggunakan Gerobak

Situasi yang mendesak memang terkadang membuahkan hasil yang tak pernah diduga. Merantau ke Semarang untuk berkuliah ternyata mendorong Cahyo yang kelahiran Bekasi untuk mandiri secara finansial. Ketertarikannya pada dunia bisnis sedari awal kuliah mengantarkan Cahyo ke berbagai kompetisi wirausaha. Salah satunya adalah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang ia peroleh tahun 2017 silam. Program ini memberikan keuntungan berupa pendanaan untuk merintis sebuah usaha baru. Hingga pada akhirnya, Cahyo berhasil mendirikan usaha kecilnya yaitu Dotato atau camilan donat kentang.

Dengan modal secukupnya, ia mulai menawarkan produknya dari mulut ke mulut kepada teman dekat. Tidak butuh waktu lama, Cahyo sudah bisa menyewa kedai untuk menjajakan donat kentang kepada warga Tembalang. Walaupun masih menggunakan gerobak, Cahyo tetap bersyukur atas apa yang sudah dimilikinya. Ia terus mengasah kemampuan bisnisnya dengan mengikuti berbagai perlombaan dan terus memajukan usahanya.

Wujudkan Impian dengan Kolaborasi

Kegigihan mengantarkan Cahyo menjadi CEO (Chief Executive Officer) sebuah tempat makan bernama Parjo (Pancong dan Burjo) pada tahun 2018. Tak berhenti di situ, ia pun melakukan observasi di beberapa usaha sejenis. Dari sinilah, Cahyo mulai belajar bisnis dalam skala besar. Berbekal ilmu, pengalaman dan dukungan relasi, Cahyo memberanikan diri untuk merintis sebuah usaha.   

Garis takdir mempertemukan Cahyo dengan kedua orang sahabat yang juga mempunyai kesamaan tujuan untuk membangun usaha. Sebelum menjadi salah satu owner Baksu, Cahyo juga mendapatkan tawaran pekerjaan dari berbagai tempat. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Cahyo memutuskan untuk bergabung dengan tim yang baru ia kenal ini. “Aku liat dari segala aspek, kita cocok atau nggak. Kita nyari partner bisnis itu ibarat kayak nyari pasangan. Nggak bisa sembarangan,” jelas Cahyo yang juga merupakan lulusan Administrasi Bisnis Undip.

Berkat kolaborasi usaha dan doa, mereka berhasil mewujudkan impian bersama. Selanjutnya usaha ini diberi nama Baksu yang merupakan kepanjangan dari Bakmi dan Katsu. Kalian dapat membaca artikel tentang Baksu di sini.

Sempat Ingin Mundur Ketika Pandemi

Berhadapan dengan situasi pandemi di saat baru memulai usaha membuat nyali siapa saja menjadi ciut, tak terkecuali Cahyo. Segala rencana yang disusun di awal menjadi sulit tercapai bahkan harus mundur jauh. Sebagian besar tempat usaha sepi pengunjung. Tembalang seakan mati dan membuat hampir seluruh pengusaha sesak. Merasa terpukul, Cahyo sempat goyah dan berpikir untuk mencari pekerjaan di kota asal. Namun di sisi lain, ia justru teringat alasan awal memulai ini semua. Ada tujuan besar yang sebenarnya masih bisa diupayakan, hanya saja terkadang sikap overthinking menjadi penghalang.

“Se-down itu di awal pandemi. Alhamdulillah aku mencoba menenangkan diri dan pikiran, merefleksikan ke depan, kita jalani krisis bersama dan saling support,” tutur Cahyo ketika diwawancarai via Whatsapp call, Selasa (11/4).

Perjalanan dalam membangun usaha pasti akan ada pasang dan surutnya tersendiri. Tinggal bagaimana caranya menyikapi masalah tersebut. Menurutnya, apapun keputusan yang diambil akan membawa resikonya masing-masing. Bagi Cahyo, selama ada kemauan dan usaha untuk terus maju, maka yakinlah pasti ada jalan. Prinsip inilah yang terus dibawa Cahyo dari awal terjun di dunia bisnis hingga menjabat sebagai salah satu owner Baksu seperti saat ini.

Semangat untuk Para Pelaku UKM di Tembalang

Banyak para pengusaha yang memutuskan untuk tutup di masa pandemi dan baru buka lagi semenjak masa “new normal”. Cahyo, sebagai pebisnis baru, memberanikan diri untuk tetap bertahan di tengah pandemi dan terus berusaha memberikan dukungan serta strategi bertahan. Selain itu, ia juga ingin memberi semangat kepada sesama para pelaku UKM (Usaha Kecil Menengah) yang usahanya turut terdampak.

Patut disadari, selama pandemi para pengusaha menghadapi masalah yang sama. Cahyo merasa tak ada lagi persaingan dan kompetisi antar bisnis, yang ada hanyalah bagaimana caranya para pengusaha ini bisa sama-sama bertahan. “Itu uniknya sekarang. Jadi bukan lagi bersaing, tapi mari kita sama-sama bertahan. Jangan sampai ada yang tumbang,” sahut Cahyo dengan optimis.

Berangkat dari itu semua, Cahyo bertekad untuk tetap terus melanjutkan perjuangan dan melebarkan sayapnya di dunia bisnis. Respect!

Tetap semangat teman-teman (pengusaha UKM), kita semua merasakan hal yang sama. Setidaknya yang paling bisa diusahakan adalah saling support dan temukan cara terbaru agar usaha kita ini bisa survive. Kalau dulu di kondisi yang normal, kita gunakan cara yang biasa. Namun, dengan situasi seperti saat ini, kita harus cari cara baru dan berbeda. Jadi harus banyak belajar. Apalagi sekarang semakin banyak seminar online, tentu bisa menjadi salah satu ajang buat kita untuk meng-upgrade diri.

Noer Cahyo Santoso

Kiat Membangun Usaha Bagi Pemula

Bagi kalian yang tertarik membangun usaha, penting untuk mengetahui kiat-kiatnya sebelum terjun ke dunia bisnis. Menurut owner Baksu satu ini, ada beberapa tips dalam membangun usaha bagi pemula, yaitu:

  1. Niat. Tetapkan niat terlebih dahulu sedari awal. Mau menjadi pengusaha atau sekadar coba-coba menjadi pengusaha? Kalau hanya coba-coba, kemungkinan besar usaha yang dibangun tidak akan bertahan lama. Maka dari itu, mari kokohkan niat sedari awal.
  2. Konsistensi. Semakin tinggi memanjat, maka akan semakin kencang angin yang bertiup. Suatu bisnis tidak akan berjalan dengan datar, pasti selalu ada naik turunnya. Sehingga, pastikan untuk selalu konsisten sesuai dengan kondisi perkembangan usaha kalian. Hal inilah yang membedakan pengusaha satu dengan yang lain yakni mental usaha. Terlebih ketika menghadapi masa krisis.
  3. Mau belajar hal baru. Jangan berpuas diri dengan apa yang sudah diperoleh saat ini. Karena sesungguhnya prinsip berbisnis itu learning by doing. Semakin banyak kalian melakukan atau mencoba hal baru, maka akan semakin banyak pula pelajaran yang bisa diambil.
  4. Usahakan punya mentor. Kita harus memperbanyak relasi dengan teman-teman pengusaha, khususnya yang memiliki usaha sejenis. Jadi dari situ kita bisa berdiskusi dan melakukan benchmarking terhadap usaha lain yang telah berhasil.

Dari Cahyo, sang owner Baksu, Kanca Tembalang dapat belajar bahwa untuk meraih impian dan angan diperlukan perjuangan dan kesiapan diri. Jadi perjuangkan cita-citamu dan raihlah kesuksesan. Semoga menginspirasi, ya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *