Spot

Baksu Tembalang: Paduan Cita Rasa Unik Bakmi dan Katsu

Share this:

Berbagai jenis usaha berbahan dasar mie semakin menjamur di setiap sudut Kecamatan Tembalang. Begitupun dengan Bakmi dan Katsu (Baksu), usaha kuliner satu ini mulai unjuk gigi pada awal tahun 2020. Terbilang baru, Baksu harus bersaing dengan para pemain lama di usaha sejenis. Penasaran seperti apa strategi Baksu untuk menggaet hati konsumen? Check this out.

Awalnya Ingin Jualan Pempek

Pertemuan yang tak disangka-sangka antara ketiga owner mengantarkan mereka pada sejumlah peluang sekaligus tantangan. Berangkat dari kesamaan tujuan, Adri, Arnold dan Cahyo berniat untuk membuka usaha di bidang kuliner. Usut punya usut, awalnya bisnis yang akan dijalankan bukanlah mie, melainkan pempek.

Namun, setelah melakukan riset mendalam mereka sepakat untuk membuka usaha yang tidak hanya sekedar dijadikan tempat nongkrong tetapi juga makan. Dari sana, terlintas ide bahwa produk yang dipilih untuk dijual harus disukai oleh banyak orang. Hingga pada akhirnya tercetuslah dengan menu bakmi. Selain itu, mereka juga bertekad untuk bersaing dari segi kualitas rasa, bukan hanya sekadar tempat.

foto: bakmi katsu (baksu) tembalang

Tak hanya sampai di situ, ketiga owner pun menyadari persaingan bakmi yang cukup tinggi, khususnya area Tembalang. Untuk menyiasatinya diperlukan keunikan yang mendasar, misalnya pemberian topping pada bakmi. Salah satunya adalah katsu yang merupakan irisan daging ayam dengan balutan tepung roti. Olahan jenis ayam selain katsu pun tersedia di Baksu dengan menyesuaikan standar selera pasar.

Tembalang Sebagai Batu Loncatan  

Produk umum seperti bakmi memang disediakan untuk masyarakat dari berbagai kalangan. Apabila ditilik dari segi menu dan konsep berbisnis, Baksu menyasar segmentasi kalangan keluarga hingga umum. Alasan memilih berdiri di Tembalang karena ketiga owner sama-sama kuliah di Unversitas Diponegoro (Undip). Mereka merasa memiliki sumber daya yang mumpuni, baik itu relasi serta pengetahuan yang cukup terkait medan persaingan.

“Jadi sebenarnya Tembalang menjadi batu loncatan. Ke depannya Baksu menyasar konsep (tempat makan) keluarga,” ujar Cahyo, ketika diwawancarai melalui Whatsapp call, Selasa (11/8).

Sedari awal, ketiga owner menyadari bahwa warga Tembalang, yang mayoritas merupakan mahasiswa, memiliki perhatian besar pada aspek kelengkapan fasilitas. Maka dari itu, selain menyediakan berbagai menu variatif, Baksu juga menyertakan sejumlah fasilitas lengkap, seperti wifi, stop kontak dan Baksu delivery. Adanya layanan jasa pesan antar ini memungkinkan konsumen untuk mendapat harga yang sama seperti membeli langsung di tempat. Jangkauan areanya pun cukup luas yakni sekitar area Tembalang – Banyumanik.

Produksi Bakmi Sendiri

Uniknya, Baksu memilih memproduksi sendiri bahan baku produknya untuk menjamin kualitas terbaik. Dengan memproduksi bakmi sendiri, Baksu dapat menyusun kualitas bakmi premium sesuai standar yang diinginkan. Perbedaan bakmi dapat terlihat dari potongannya yang sedikit lebih kecil, tekstur dan komposisi bahan bakunya. Karakter bakmi seperti demikian menjadi ciri khas sekaligus keunggulan Baksu. Selain itu, dengan memproduksi sendiri, mereka juga dapat menekan harga pokok. Begitu pun juga dengan proses pembuatannya. Meski tidak berbeda jauh dengan pembuatan mie pada umumnya, Baksu memiliki komposisi bumbu yang khas dan menyimpan cita rasa tersendiri.

Adapun topping yang bervariasi menjadi keunggulan lainnya. Seperti bakmi lada hitam atau cah cabai, bakmi capcay, bakmi ayam jamur kerang, dan pastinya bakmi ayam katsu. Tak ketinggalan, Baksu juga menyediakan pangsit goreng beserta saus khusus pangsit yang juga merupakan olahan sendiri. Bagi kalian yang merasa bosan dengan bakmi, Baksu juga memberikan menu alternatif yaitu nasi. Mulai dari nasi goreng, capcay dan nasi dengan olahan ayam yang beraneka ragam.    

Motivasi Baksu Bertahan di Kala Pandemi

Termasuk pemain baru, Baksu cukup terseok-seok bertahan menghadapi pandemi. Namun, seakan tak mau kalah dengan keadaan, Cahyo dkk., tetap membuka outlet seperti biasanya. Para pendiri Baksu yakin bisa melawan krisis karena memiliki produk yang berkualitas. Persoalan utama bagi mereka adalah bagaimana caranya memasarkan produk kepada konsumen yang masih tersisa di Tembalang. Lebih dari itu, Baksu juga memikirkan keberlangsungan hidup karyawan apabila usaha tutup dalam jangka waktu yang lama.

Semua itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi pelaku usaha kuliner. Di saat hampir semua usaha sejenis tutup, Baksu memilih untuk tetap mempertahankan eksistensinya. Bermodal keyakinan, Baksu percaya bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil.

“Yang terpenting usaha jalan dulu deh. Karyawan bisa makan, kita masih bisa eksis. Soal untung itu nomor kesekian,” sahut Cahyo dengan lugas.

Bagi Baksu, prinsip bisnis di era pandemi saat ini adalah bertahan (buka warung), dengan begitu bisnis masih bisa menghidupi dirinya sendiri. Tak ada pilihan selain bertahan dan melakukan yang terbaik. Dengan pasar yang kini terbatas akibat pandemi, Baksu memilih membuka cabang di daerah Kedungmundu. Saat ini cabang baru tersebut masih berada dalam tahap pembangunan. Ditunggu aja ya, Kanca Tembalang. Selain untuk membuka lapangan pekerjaan, strategi ini diharapkan juga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Wah, jadi nggak sabar ingin mencoba langsung bakmi spesial dari Baksu. Supaya tambah yakin, Infotembalang akan memberikan rangkuman mengenai Baksu di bawah ini. Semoga membantu, Kanca Tembalang!

  • Buka setiap hari jam 9.00 – 22.00
  • Tersedia di Gofood dan Grabfood
  • Pembayaran: Cash, ShopeePay, OVO
  • Fasilitas: Wifi up to 20 Mbps, stop kontak, dan Baksu delivery khusus area Tembalang-Banyumanik
  • Menu recommended: Bakmi Ayam Katsu dan Pangsit Goreng
  • Harga menu mulai dari Rp 17.000 – Rp 21.000
  • Alamat: Jl. Timoho Barat III No.38, Bulusan, Tembalang
  • Instagram: @baksu.smg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *