Fitur Lekat

Alberta Cindy: Lulusan Terbaik UNDIP yang Rendah Hati

Share this:

Dengan semangat “berikan yang terbaik untuk orang lain”, Cindy berhasil meraih predikat lulusan terbaik S1 UNDIP 2020 dengan IPK sempurna, 4.00

Alberta Cindy (21) sama sekali tidak menyangka dirinya akan menjadi lulusan terbaik S1 Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2020. Cindy mengetahui fakta tersebut ketika Biro Administrasi Akademik UNDIP memberinya informasi bahwa ia terpilih untuk mewakili UNDIP sebagai lulusan terbaik dalam suatu acara.

Tidak tanggung-tanggung, acara yang dimaksud ternyata adalah Catatan Najwa yang diselenggarakan oleh Narasi TV. Acara tersebut bertajuk “Wisuda 2020, Merayakan Angkatan LDR” dan diikuti oleh ratusan lulusan terbaik di seluruh Indonesia. Dengan jantung berdebar karena masih tidak percaya, ia menyanggupi tawaran tersebut.

Sejurus kemudian Cindy dihubungi oleh pihak Narasi TV. Dimulailah proses persiapan menjelang acara yang disiarkan secara streaming di kanal Youtube Narasi TV tersebut. Kekagetan Cindy berlipat ganda ketika ia termasuk ke dalam 11 wisudawan terpilih yang diberi kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan Najwa Shihab. Kabar ini tentu sangat menggembirakan hatinya karena ia sangat mengidolakan sosok Najwa Shihab.

Mahasiswi S1 Manajemen UNDIP ini menceritakan bahwa ia sempat mengikuti seminar di mana Najwa Shihab menjadi pembicaranya. Namun, pada kesempatan saat itu ia tidak bisa bertemu secara langsung dengan Mbak Nana. Cindy pun lantas berdoa kepada Tuhan agar suatu hari nanti ia dipertemukan dengan Mbak Najwa. Doa itu akhirnya terkabul pada hari Minggu (14/6), ketika ia berdialog langsung dengan Najwa Shihab melalui teleconference.

Pada kesempatan tersebut, Cindy ditanya oleh Mbak Nana apa yang akan dilakukannya setelah lulus. Dengan penuh keyakinan, Cindy mengungkapkan mimpinya untuk dapat menciptakan usaha yang dapat memberi lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Selain itu, ia juga ingin memberdayakan anak muda di sekitar Semarang, supaya dengan segala keterbatasan yang ada, anak muda tetap dapat melihat masa depan dengan optimis dan penuh gairah.

Prinsip: Do the Best for Other

Prestasi membanggakan ini tentu tidak terjadi dalam satu malam saja. Pada mulanya, Cindy sama sekali tidak pernah menargetkan dirinya untuk menjadi mahasiswa terbaik. Ia hanya menghidupi prinsipnya ketika menjalani kuliah, yaitu lakukan yang terbaik untuk orang lain.

Cindy yang juga jebolan SMA Kolese Loyola ini meyakini bahwa orang-orang di sekelilingnya telah banyak mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untuk dirinya. Maka dengan demikian ia harus memberikan yang terbaik bagi orang lain.

Cindy juga selalu berusaha memperhatikan hal kecil yang selama ini diabaikan oleh banyak orang. Salah satu yang ia ungkapkan adalah dengan memperhatikan dosen secara sungguh-sungguh dan meminta maaf ketika terlambat masuk kelas. Ia juga memiliki doa wajib setiap kali akan ujian, yaitu: “Tuhan, semoga aku bisa mengerjakan ujian ini dengan sebaik mungkin supaya tidak mengecewakan dosen.”

Strategi Kuliah: Jadilah Manusia!

Menurut Cindy, kuliah itu sebenarnya mudah. Kita cukup menjadi manusia yang bisa menghargai dan peduli terhadap siapa pun. Nilai itu ia terapkan ke dalam strategi kuliahnya. Ia konsisten untuk mengusahakan agar segala yang dilakukan meninggalkan kesan baik.

Contoh yang ia berikan adalah dengan bertanya paling pertama, mengucapkan terima kasih seusai kelas, dan meminta maaf kepada dosen ketika memiliki kesalahan. Sederhana memang, tapi menurutnya hal itu cukup membantunya mampu mendapat nilai terbaik dari setiap mata kuliah yang diambilnya.

Mengenai manajemen waktu, Cindy berusaha memadatkan jadwal kuliahnya. Hal ini semata-mata karena jarak rumahnya dengan kampus yang cukup jauh, sehingga ia berusaha agar biaya perjalanan tidak terbuang sia-sia. Alhasil, Cindy bisa memiliki tiga hari kosong dalam satu minggu yang dapat dimanfaatkan dengan berbagai kegiatan produktif lainnya.

Aktif dan Berprestasi

Cindy memang suka mencoba hal baru. Alhasil, banyak pengalaman yang pernah ia alami semasa kuliah. Beberapa di antaranya adalah menjadi Activity Leader di Infotembalang, Market Research Analyst di Laboraturium Manajemen FEB UNDIP, Marketing Assistant di Spiegel Bar & Bistro, Volunteer di AIESEC Cluj Napoca (Romania), Marketing Manager di AIESEC Semarang dan kini sebagai Community Manager di Infotembalang Media.

Tak hanya itu, Cindy juga kerap mengikuti perlombaan. Salah satu yang paling mengenang adalah ketika ia meraih 1st Winner for Business Case Competition yang diselenggarakan Universitas Atma Jaya pada April 2019 silam.

Tetap Rendah Hati

Meskipun memiliki segudang pengalaman dan presetasi megagumkan, Cindy adalah sosok yang sangat rendah hati. Sekalipun mampu meraih IPK 4.00, Cindy mengaku tidak pernah menceritakan tentang nilai IPK kepada teman-temannya. “Aku ingin orang memandang diriku sebagai Cindy yang mereka kenal, bukan Cindy sang peraih IPK sempurna”, tandasnya.

Ia khawatir bila orang mengenalnya hanya gara-gara nilai, hal tersebut akan memunculkan bias dan ekspektasi yang berlebihan. Cindy merasa dirinya tetap manusia biasa yang sama dengan kawan-kawan lainnya. Ia juga pernah mengalami proses jatuh bangun yang tidak mudah baginya.

Jatuh Bangun

Pada semester kedua, Cindy mengalami sakit yang cukup parah sampai-sampai dokter memintanya untuk tidak berkegiatan berat. Mendengar hal ini, Cindy sempat putus asa dan berniat untuk mengambil cuti kuliah.

Namun, orangtuanya terus memberi dukungan dan semangat kepadanya. Ibunya bahkan dengan setia mengantar jemput Cindy selama satu semester penuh. Semester 3 pun akhirnya mampu dilewatkan Cindy dengan penuh perjuangan.

Lika-liku tersebut ternyata memberinya tamparan. Di dalam refleksinya, Cindy menyadari bahwa ia tidak hidup bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk orang lain yang sudah percaya, berharap, dan berkorban untuk dirinya.

Ia juga menemukan prinsip yang membawanya pada berbagai pengalaman baru. “Saat kita terbuka terhadap kesempatan, mau mencoba, dan ingat bahwa diri kita bukan siapa-siapa, maka saat itulah berbagai pengalaman dan pelajaran akan datang”.

Cindy adalah sosok teladan bagi anak muda masa ini. Kerendahan hati dan kegigihannya siap mengantar Cindy menjadi agent of change bagi sekitar. Sukses selalu, Cindy! Cheers!

Orang-orang di sekelilingku telah banyak mengorbankan waktu, tenaga, dan biaya untukku. Maka, aku juga harus memberikan yang terbaik bagi orang lain.

Alberta Cindy
Julius Ardiles Brahmantya
Cultural Anthroplogy UGM 2017 | Student, writers | AMDG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *