Fitur

Rekonstruksi Kastil Dudley, Awal Mula Ide Virtual Tour

Share this:

“… our virtual tour takes us, we will go from ruin to reconstructions…”

– Adrian Durkin & Colin Johnson (Exrenda, Virtual Archeology) pada video pengantar Virtual Tour untuk Pusat Informasi Wisatawan di Dudley Castle, Inggris (1994).

Siapa yang menyangka bahwa ternyata istilah virtual tour ini muncul berawal dari sebuah upaya rekonstruksi kastil di Inggris yang dimotivasi oleh tujuan konservasi cagar budaya sebelum tahun milenium? Dahulu Virtual Tour tidaklah terlalu popular digunakan untuk pariwisata dan travelling, karena orang dapat langsung berpergian dan mengunjungi berbagai tempat secara langsung, baik itu tempat wisata yang amat sangat ramai sekalipun. Kondisi dunia saat ini membuat orang-orang sebisa mungkin untuk tetap dirumah dan mengurangi aktivitas ramai di tempat umum, sehingga tren virtual tour semakin digemari serta menjadi alternatif kreatif untuk mengakomodir hasrat jalan-jalan tanpa harus keluar rumah. Artikel kali ini ingin mengajak teman-teman untuk mencari tahu, latar belakang dan sejarah virtual tour serta bagaimana aplikasinya hingga menjadi istilah umum di masa pandemi ini. Jadi, selamat membaca dan mencari tahu!

Sejarah virtual tour bermula dari adanya upaya untuk memvisualisasikan lewat komputer bagaimana kontruksi dan kondisi Kastil Dudley pada tahun 1550 di Pusat Informasi kastil tersebut di Inggris. Kastil Dudley merupakan situs benteng yang hancur di Kota Dudley, West Midlands, Inggris, yang telah dibangun sejak tahun 1070 dan sebagian dihancurkan pada tahun 1646 atas perintah Parlemen. Reruntuhan ini merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang menjadi lokasi tinggalnya John Dudley, salah satu pria paling kuat di Inggris masa itu. John Dudley menggandeng arstitek William Sharington untuk membangun dan mendesain ulang kastil untuknya, yang menurut Historic England, desain kastil ini mewakili salah satu contoh paling awal yang diketahui dari pengaruh Renaissance Italia pada arsitektur sekuler di wilayah West Midlands pada masa itu.

Nah, dari keinginan merekonstruksi kejayaan masa lalu inilah, asal usul istilah ‘virtual tour’ bermula dan muncul pertama kalinya. Pusat pengunjung kastil dibuka oleh Yang Mulia Ratu Elizabeth II pada Juni 1994, dan dalam pameran pembukaan tersebut terdapat komputer yang menghasilkan rekonstruksi kastil seperti pada tahun 1550, ditampilkan melalui perangkat keras yang menunjukkan sejarah penggunaan pertama dari konsep Virtual Tour, sebelum akhirnya hingga sekarang diadopsi secara luas pada browser dan berbagai jenis platform website. Karena para pejabat Ratu telah meminta judul, deskripsi dan instruksi dari semua kegiatan, sistem itu dinamai dan digambarkan sebagai: “Virtual Tour, persilangan antara Virtual Reality dan Royal Tour”. Yang Mulia Ratu Elizabeth II menjadi orang pertama yang merasakan bagaimana pengalaman berjalan-jalan secara virtual dengan virtual tour (akhirnya sekarang kita bisa juga ya, terima kasih kepada teknologi!).

Contoh pertama dari virtual tour ini berupa sebuah tur interpretif untuk para pengunjung museum, yang terdiri dari ‘walk-through’ dari rekonstruksi 3D Kastil Dudley di Inggris seperti pada tahun 1550. Sistem computer untuk virtual tour ini berbasis laser yang dikendalikan komputer yang dirancang oleh insinyur grafik komputer dan video digital asal Inggris, Colin Johnson. Segera setelah peluncuran teknologi ini, sistem serupa dipasang di berbagai wilayah di Inggris, terutama di pusat-pusat warisan budaya (heritage) dan museum. Sistem ini juga menjadi bahan diskusi yang ditampilkan dalam konferensi “Imaging the Past: Electronic Imaging and Computer Graphics in Museums and Archaeology” yang diadakan oleh British Museum pada tanggal 3-5 November tahun 1994 dan dalam berbagai konferensi serta jurnal ilmiah selanjutnya. Akhirnya, istilah ‘virtual tour ‘ (meskipun telah di hak cipta) malah menjadi semakin popular karena digunakan secara luas oleh pasar real estate di Amerika Serikat serta pada World Wide Web. Jadi, itulah asal usulnya hingga kini masyarakat umum khususnya di masa pandemi virus corona ini semakin akrab mendengar dan menggunakan istilah ‘virtual tour ‘.

Jadi, gimana menurut teman-teman trend virtual tour memasuki era new normal ini di sekitar kita? Apakah kalian sudah mencobanya? Kalau belum, Tim Infotembalang berkesempatan nih untuk chit-chat langsung dengan salah satu pelaku usaha tur pariwisata asal Semarang yang menyediakan layanan virtual tour. Yapp, betul sekali, Bersukaria tour! Kalau begitu, yuk kepoin seperti apa sih virtual tour itu sesungguhnya dan gimana caranya ya untuk bisa ikut? Klik di sini yah untuk baca artikelnya!

Alberta Cindy
Ikhlas, bersyukur, senyum. :) Seize your day! Hari ini, kalau tidak kapan lagi?

One Reply to “Rekonstruksi Kastil Dudley, Awal Mula Ide Virtual Tour

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *