Fitur

Dynamic Learning Bekali Ilmu untuk Anak Jalanan

Share this:

Di balik viralnya Kampung Pelangi Kota Semarang, ternyata warga Gunung Brintik Bergota (pemukiman di kampung pelangi) masih banyak yang hidup kesusahan. Setelah ditelusuri, ternyata banyak anak jalanan di Kota Semarang bermukim di Gunung Brintik, Kawasan Kampung Pelangi. Kondisi tersebut menggerakkan hati Dewi Nur Cahyaningsih, alumni jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro untuk membangun komnunitas bernama Dynamic Learning Indonesia. Komunitas sosial ini didirikan pada tahun 2015 dan berfokus pada pemberdayaan masyarakat marjinal khususnya anak jalanan.

Melihat banyaknya anak kecil yang turun ke jalanan, Dewi awalnya membangun Koperasi Anak Jalanan atau Kopaja. Dengan melibatkan mereka berjualan di koperasi, Dewi berharap dapat mengurangi intensitas anak-anak turun ke jalan. dengan cara berjualan di koperasi. Selain itu, setiap hari Sabtu sore kawan-kawan Dynamic Learning mengadakan kegiatan mengajar di salah satu rumah warga di Kampung Pelangi. Ilmu yang diajarkan berganti setiap pertemuannya, dengan berbasis lima pilar Pendidikan, yaitu karakter, agama, nasionalisme, motivasi, teknologi dan kewiraushaaan. “Khusus topik kewirausahaan kita juga ingin mengentaskan anak jalanan biar nggak turun ke jalan, kita ngjarin juga ortunya untuk buka bisnis. Misal, cara membuat produk seperti souvenir, cookies, kemudian dijual secara online di Instagram”, ungkap Osadhani Rahma Pemila, CEO Dynamic Learning Indonesia.

Selain di Semarang, Dynamic Learning juga bergerak di berbagai kota di Indonesia, tentunya dengan permasalahan sosial masing-masing. Antara lain di Serpong, Tangerang Selatan yang fokus pada anak-anak di pasar. Daerah Caturharjo, Yogyakarta yang kebanyakan warga pengrajin batik namun belum bisa memasarkan produknya. Pulau Kemarau, Palembang dengan target para petani dan masyarakat marjinal di pesisir yang sering terdampak rob.

“Kita juga membidik pelajar atau mahasiswa untuk terlibat dalam komunitas kami sebagai agent of change”, tambah Osa. Pelajar atau mahasiswa yang terlibat diajak untuk turut membagikan ilmunya, dengan membuka Dynamic Class setiap sebulan sekali. Dynamic Class ini mengangkat tema seputar self development, menumbuhkan karakter kepemimpinan sebagai bagian dari pemberdayaan dan pengabdian masyarakat.

“Mengatur anak-anak di gunung brintik perlu tenaga ekstra, awalnya mereka susah diatur, ada yang lempar-lemparan kursi, berantem, harus dijemput dulu, nggak mau belajar kalau nggak ada hadiah, Tapi lama-lama mereka sudah terbiasa. Kalau bosen biasanya baca-baca aja, atau nonton bareng.”

Osadhani Rahma Pemila

Antusias pelajar sekolah dan mahasiswa di Semarang cukup tinggi untuk terlibat dengan kegiatan Dynamic Learning. Beberapa waktu lalu Dynamic Learning jgua sempat bekerjasama dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina, dengan membangun kelas belajar “bimbel ceria” di beberapa daerah binaan mereka, salah satunya di Kemijen dan Tambakharjo, Semarang. Dalam program ini tim Dynamic Learning terlibat sebagai pengajar untuk program training of trainer agar ke depannya muncul regenerasi.

Warga Gunung Brintik juga antusias, mereka yang awalnya belum familiar, sekarang sudah terbiasa. Kalau tim Dynamic Learning datang, artinya sudah waktunya belajar. “Ada anak-anak yang chat juga, curhat tentang impian dan cita-cita, ada yang pengen jadi youtuber. Ada juga yang sampai bikin perpustakaan sendiri di sana. Para orang tuanya di sana juga sangat welcome”, tambah Osa.

Startup Sociopreneur dari Semarang

Dynamic Learning juga aktif di berbagai kegiatan lomba, antara lain menjuarai kompetisi Asean Stratup Accelerator di Singapura pada tahun 2017 mengalahkan 67 finalis lainnya dari Asean. Masih di tahun yang sama, Dynamic Learning kembali memenangkan kompetisi Edge Hackathon di Singapura. “Dari berbagai kegiatan itu kami juga banyak kolaborasi sama mentor dari Singapura supaya kegiatannya nggak cuma mengajar aja tapi bisa membangun ekosistem sociopreneur yang baik”, kata Osa. Dynamic Learning memegang nilai bahwa apa yang kita lakukan harus selalu empower & inspire people.

Selama wabah covid19 ini, Dynamic Learning mengajak masyarakat Semarang pada khususnya untuk berdonasi membantu warga Gunung Brintik yang rata-rata buruh dan asisten rumah tangga. Sebagian dari mereka kini dirumahkan sehingga mengalami kesulitan ekonomi.

Kegiatan Dynamic Learning selengkapnya bisa Smartizen lihat di Instagram @dynamiclearningid

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *