cuci tangan
Berita

Pandemi Corona di Indonesia: Waspada Tanpa Histeria

Share this:

Setelah 2 bulan di awal 2020 bertahan dan sempat diragukan oleh dunia Internasional, akhirnya 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo mengumumkan 2 kasus positif Covid-19 di Indonesia. Presiden meminta masyarakat untuk tetap tenang dengan situasi tersebut, namun masyarakat bereaksi, timbul panic buying, masker dan handsinitizer langka, media yang mengungkap privasi identitas pasien hingga reporter yang menggunakan masker respirator. Sekitar dua minggu berlalu, terjadi pertumbuhan angka pasien Covid-19, beberapa diantaranya meninggal dunia. 14 Maret 2020, berita mengejutkan datang lagi, masih terkait Covid-19, Bapak Budi Karya, Menteri Perhubungan, dikabarkan positif terkena virus Corona. Sehari setelahnya, Presiden Joko Widodo dalam konferesi pers kembali meminta masyarakat tetap tenang, tapi apakah kita benar-benar bisa tetap tenang?

Seema Yasmin, Director Standford Health Communication Initiative, dalam Podcast CNN Coronavirus : Fact vs Fiction, epidosed Fact vs Fears menyampaikan bahwa saat ini yang sedang menyebar tidak hanya virusnya saja namun juga misinformasi, yang dapat menyebabkan kepanikan di masyarakat. Sementara itu, Tulus Abadi, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dalam acara Mata Najwa – 11 Maret 2020, menilai perlunya adanya peningkatan literasi tentang virus Covid-19 sehingga masyarakat dapat menyikapi dengan cerdas dan tidak panik. Dua pendapat tokoh diatas, menggambarkan bagaimana kurangnya literasi dapat menyebabkan misinformasi yang menyebar dan menimbulkan kepanikan di masyarakat, oleh karena itu kita perlu paham betul tentang Covid-19.

Tak Kenal Maka Tak Sayang, Makin Kenal Makin Ngga Mau Sayang

Covid 19 merupakan virus yang dapat menyerang hewan dan juga manusia, virus ini masuk dalam kelompok dari Coronavirus, sejenis dengan virus SARS dan MERS. Umumnya pada manusia virus ini akan menyerang pernafasan dan menyebabkan infeksi. Beberapa gejala yang muncul antara lain, demam, batuk, flu, dan sesak nafas, pada fase yang serius virus ini dapat menyebabkan pneumonia dan kematian. Kasus infeksi Covid-19 pertama kali ditemukan pada akhir 2019 di Wuhan, China . dengan cepat virus ini menyebar, dalam waktu sekitar 3 bulan, virus ini telah berhasil menembus perbatasan 157 negara. Ketika artikel ini ditulis tercatat 169.605 orang terinfeksi, jumlah paling besar di China dengan 80.860 pasien. sementara di Indonesia per 15 Maret 2020, tercatat ada 117 pasien.

Covid-19 yang menular begitu cepat membuat panik banyak pihak, termasuk tentunya para netizen Indonesia. Berbondong-bondong membeli masker, untuk menghindari penularan virus. Sebagai aksi preventif tentu baik, namun taukah kalian smartizen, ternyata Covid-19 tidak menular dari udara. WHO menegaskan bahwa virus Corona ini tidak dapat menular lewat udara bebas, virus ini mendapatkan inangnya, dengan kontak langsung. Dengan kata lain, kita dapat terinfeksi virus ini apabila melakukan kontak secara langsung dengan orang yang telah lebih dahulu terinfeksi atau menyentuh benda yang telah terpapar dropleth virus Covid-19. Oleh karena itu, WHO dan dr.Terawan, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menganjurkan akan lebih tepat apabila tindakan pencegahan penggunaan masker dilakukan oleh orang yang sedang sakit.

Bisa Sembuh sendiri kok

Smartizen tentu sering membaca di internet, social media, ataupun media konvensional mengenai jumlah pasien Covid-19. Tidak hanya jumlah pasien terinfeksi, namun jumlah pasien yang meninggal akibat virus ini juga membuat kita merinding, ketika artikel ini ditulis, jumlah kematian akibat corona mencapai angka 6.518 jiwa di indonesia sendiri ada 5 kasus kematian karena virus ini. Tentu angka ini merupakan angka yang besar, namun yang jarang sekali diketahui oleh masyarakat umum, terdapat 77.772 orang lainnya yang telah sembuh dari virus Covid-19. Tanpa bermaksud meremehkan wabah virus Covid-19, bila melihat data dan dihitung death rate dari virus ini terhitung kecil yaitu sekitar 2.6%. Sementara itu, dikutip dari CNN Indonesia, Ikatan Dokter Indonesia, menegaskan tingkat kesembuhan dari pasien terinfeksi Covid-19 mencapai 97%.

dr. Terawan, pada awal pengumuman kasus Covid-19 di Indonesia, juga menyampaikan bahwa virus ini termasuk self limted disease, yang mana berarti virus ini dapat sembuh sendiri karena ‘dihajar’ oleh sistem imun tubuh. Untuk dimengerti pula, langkah karantina hingga isolasi suspect dan pasien Covid-19 dilakukan untuk menekan penyebaran virus ini, sehingga dapat melindungi semua orang, khususnya yang daya tahan tubuhnya sedang lemah. Adapun kematian yang terjadi, dikarenakan sebelumnya pasien telah menderita sejumlah penyakit kompleks yang diperburuk dengan infeksi Covid-19, sehingga perlunya perawatan untuk tiap pasian yang positif terinfeksi Covid-19 agar dapat dipantau serta dibantu secara medis sistem imun tubuhnya hingga sehat kembali.

Kerja Dari Rumah, Belajar Dari Rumah, Ibadah Dari Rumah

Mungkin sederet protokol pencegahan Covid-19 sudah pernah smartizen baca, dan banyak disebarkan oleh berbagai institusi. Seperti yang telah kita tahu, virus ini menular melalui kontak langsung, oleh kerena itu penting menjaga kebersihan diri sendiri dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan jangan lupa enam langkah cuci tangan ya smartizen supaya memastikan kuman, bakteri, serta virus ditangan mati dan juga upayakan untuk tidak menyentuh area wajah karena virus dapat masuk melalui mulut, hidung, dan mata. Selain itu etika ketika batuk dan bersin memang harus mulai dibudayakan ya di Indonesia, ketika batuk maupun bersin yuk tutup dengan pangkal lengan atau juga bisa menggunakan tisu untuk menutup mulut dan hidung dan jangan lupa langsung dibuang ya. Buat yang lagi sakit, jangan lupa pakai masker ya untuk mencegah penularan ke lingkungan kita, tidak hanya khusus Covid-19 namun juga untuk berbagai bentuk penyakit lainnya.

Selain berbagai protokol yang telah kita ketahui bersama, Pemerintah telah mengeluarkan serangakian himbauan dan kebijakan untuk menekan penularan virus Corona. Presiden Joko WIdodo dalam konferensi pers 15 Maret 2020, juga mengimbau kepada masyarakat untuk membatasi pergerakan dan menjauhi kerumunan. Langkah yang disebut Social DIstancing ini dinilai dapat menghambat penyebaran virus Corona, Presiden menekankan pentingnya menjaga jarak namun diharapkan tetap produktif, sehingga apabila tidak terlalu diperlukan masyarakat diharapkan dapat mulai kerja dari rumah, belajar dari rumah, dan ibadah dari rumah.

Covid 19 vs Wabah Lainnya

Wabah penyakit yang mencapai status Pandemi atau wabah global tidak hanya terjadi kali ini saja. Masih dari keluarga coronavirus, penyakit SARS misalnya ketika mewabah menimbulkan kematian hingga 9,5% dari pasien yang terinfeksi. Penyakit lainnya, MERS bisa dibilang lebih ganas lagi dengan presentase tingkat kematian sekitar 34,3%. Sementara itu, seperti yang kita ketahui Covid-19 hingga saat ini, presentase kematiannya relatif kecil diangka presentase 2-3%

Tidak hanya dari keluarga coronavirus, beberapa virus lain juga pernah mewabah, seperti H1N1 atau dikenal dengan flu babi serta H5N1 yang lebih familiar disebut Flu burung. H1N1 memiliki presentase tingkat kematian di angka 17,40%. Lebih ngeri lagi juga kita melihat data dari wabah Flu Burung, dimana virus H5N1 ini merenggut nyawa 52,80% dari pasien yang terinfeksi. Angka yang tentu sangat jauh dan lebih mengerikan bila dibandingkan dengan wabah Covid-19 yang terjadi saat ini.

Sekilas data diatas, sekali lagi tidak bermaksud meremehkan virus Corona. Data diatas menekankan pada angka kematian yang relatif rendah dibandingkan dengan wabah lainnya, hal ini menunjukan peluang hidup atau sembuh dari pasien Covid-19 sangat tinggi. Kalau lihat dari data tersebut tentu kita tidak perlu panik menghadapi Covid-19. Jelas waspada itu perlu, karena penyebaran virus ini sangat cepat, dan tentu akan riskan bila menginfeksi mereka yang daya tahan tubuhnya sedang lemah. Oleh karena itu, serangkaian langkah pencegahan penyebaran virus Covid-19 perlu kita lakukan, serta kita juga perlu melakukan social distancing. Sekiranya kalau nggak mendesak banget, nggak perlu keluar rumah atau kos dulu deh. Sementara hindari dulu kerumunan, langkah kecil ini bisa membantu banget loh untuk menghambat penyebaran virus Covid-19.

Alfonsus Ega
Young - Smart - Impactful Bergerak, berdampak !

One Reply to “Pandemi Corona di Indonesia: Waspada Tanpa Histeria

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *