Berita Mampir Kampus

Kurangi Sampah Plastik, FISIP Undip Sediakan Dispenser

Share this:

Smartizen! Kalian pasti sudah sering menjumpai kampanye menolak plastik di kampus-kampus maupun di media sosial, seperti “Bring Your Own Tumbler/Bag”, #BijakKelolaSampah, atau program 5R (Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, Rot). Nah, kenapa sih kita perlu mengurangi jumlah plastik? Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) jumlah rata-rata produksi sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton perhari atau jika dikalikan selama setahun ada sekitar 64 juta ton sampah yang dihasilkan (indopos.com). Angka yang fantastis dan pantas saja jika Indonesia meraih prestasi sebagai negara penyumbang sampah terbanyak kedua di dunia setelah China. Sementara itu, berdasar data Statistik Lingkungan Hidup 2018 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Semarang sendiri pada tahun 2017, telah memproduksi 5.163,72 ton sampah/hari. Sayangnya, data KLHK juga menunjukan, sekitar 72% masyarakat Indonesia kurang peduli dengan masalah sampah, terutama sampah plastik. Lalu, apakah kalian bagian dari 72% itu, Smartizen?

Tanpa disadari, kita kerap kali menggunakan botol air sekali pakai ketika berada di luar rumah yang berpotensi menjadi sampah. Beli, pakai, buang, begitu seterusnya. Dari kebiasaan kecil yang terus menerus dilakukan inilah yang memberikan pengaruh besar terhadap pertambahan volume sampah di muka bumi. Tak salah memang jika banyak komunitas maupun individu yang turut menghimbau pengurangan penggunaan plastik. BEM FISIP Undip misalnya, yang selalu mengajak anak-anak FISIP untuk membawa tumbler sendiri. Tak hanya ajakan membawa tumbler, untuk mendukung aksi tersebut, FISIP Undip memfasilitasi para mahasiswa dengan menempatkan tiga buah dispenser yang terletak di gedung A, serta bagian utara dan selatan gedung C. Hal ini tak lain dan tak bukan yaitu untuk menekan laju penambahan sampah terutama botol plastik sekali pakai. 

Kebijakan ini disambut baik oleh mahasiswa Fisip Undip.  Selain dapat mengurangi volume sampah plastik, dispenser ini pun dapat mengurangi pengeluaran mahasiswa.  “Dengan adanya dispenser ini, nggak hanya mengurangi sampah plastik, tapi juga menghemat pengeluaran untuk konsumsi air mineral. Aku cukup terbantu untuk ini,” ucap Nurun Fela, salah seorang mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi. Senada dengan Fela, Trimelia Anggraini, mahasiswa Administrasi Bisnis juga berujar, “Dispenser di FISIP memudahkan kita mencari air, dan tentunya juga menekan pengeluaran anak kos.” Liona, mahasiswa dari Ilmu Pemerintahan juga menambahkan, “Ini merupakan kebijakan yang bagus. Dengan fasilitas dispenser ini, mahasiswa nggak perlu beli air kemasan lagi sehingga ini bisa menguntungkan mereka. Uang yang biasa dibelanjakan untuk air, bisa dialihkan untuk membeli keperluan lain,”

Namun, mereka bertiga menyayangkan tentang air galon yang seringkali habis dan tidak diisi lagi. Selain itu, tak jarang listrik dispenser tidak menyala. Sangat disayangkan jika banyak mahasiswa yang mulai terbiasa dan bergantung dengan adanya dispenser, namun terkendala dikarenakan hal tersebut. Tentunya hal ini dapat menjadi masukan bagi FISIP Undip untuk meningkatkan pengelolaan dispenser di lingkungan Kampus Orange Undip.

Mengutip kata-kata bijak dari Hikayat I La Galigo yang berbunyi anu teng aaga koolo makki guuna yang artinya jangan kau remehkan sesuatu yang kecil karena dapat mendatangkan manfaat yang besar. Yuk beralih membawa tumblermu sendiri!

One Reply to “Kurangi Sampah Plastik, FISIP Undip Sediakan Dispenser

  1. Keren euy. Kalo dari kampus udah terbiasa, bisa juga nanti diterapkan di masyarakat. Kampus lain juga harus nerapin nih. Hehe.
    Btw, buat masalah galon. Mungkin bisa sekalian diupgrade pake kran yang kaya di taman2 kota gitu.. Yang airnya bisa juga langsung diminum. Jadi ga perlu capek-capek isi ulang galon😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *