Berita Mampir Kampus

Patung Pangeran Diponegoro Tanpa Kuda di Kampus Orange FISIP Undip

Share this:

Smartizen, Tau gak sih? Ada yang menarik dari salah satu gedung fakultas milik Universitas Diponegoro Semarang. Berbeda dengan fakultas lain, gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Undip ini memiliki sebutan tersendiri di kalangan mahasiswa dan mahasiswi Undip. Warna cat oranye yang menyelimuti sebagian dinding gedung ini sukses membuat FISIP Undip terkenal dengan sebutan “Orange Diponegoro” Gak percaya? Coba deh smartizen berjalan di sekitar Undip, dan bertanya dengan salah satu mahasiswa “Kampus oranye dimana ya?” Tanpa harus mengatakan gedung FISIP, pastinya mereka sudah langsung paham bahwa yang dimaksud dengan kampus oranye itu adalah Fakultas ini nih smartizen.

Selain memiliki warna gedung yang nyentrik. Patung Pangeran Diponegoro yang terdapat tepat di tengah – tengah halaman depan gedung fakultas ini juga berbeda dari patung lainnya loh, smartizen. Jika kita melihat dan memperhatikan patung – patung Pangeran Diponegoro yang terdapat di sekitaran Undip, kita akan disuguhkan dengan pemandangan patung Diponegoro yang menunggangi kuda layaknya seorang pangeran yang siap untuk berperang. Lain halnya dengan patung yang terdapat di gedung oranye ini. Jika smartizen berkunjung ke FISIP Undip, smartizen akan disuguhi pemandangan patung Pangeran Diponegoro, menatap lurus ke depan sambil berjalan dan tanpa menunggangi Kuda. Wah, kenapa berbeda ya smartizen?

Vidiana Girinda Wardani atau akrab disapa Vida yang mendapatkan gelar Mbak FISIP tahun 2019, menjelaskan bahwa sebenarnya terdapat makna dibalik warna oranye dan patung Diponegoro yang tidak berkuda tersebut. “Bahasa Inggris dari warna oranye itu kan Orange ya? Nah kata Orange itu jika dibaca oleh orang Jawa huruf e nya akan dibaca, sehingga penyebutannya menjadi orang-e yang berarti orang dalam bahawa Jawa.” Selain itu, Vida juga menjelaskan bahwa warna oranye sendiri melambangkan sikap inovatif.

Jika dimaknai secara keseluruhan kata “Orange Diponegoro” dapat diartikan sebagai orang–orang Diponegoro yang inovatif.

Vida juga menjelaskan bahwa patung Pangeran Diponegoro yang terdapat di FISIP, sebenarnya tidak hanya berbeda dari segi seekor Kudanya saja. “Jika diperhatikan, itu patungnya selain tidak berkuda disitu terlihat bahwa Pangeran Diponegoro masih muda, beliau sedang berjalan. Ini dibuktikan dengan posisi kaki kirinya berada di depan, dan juga sambil menatap lurus kedepan.” Jelas Mbak Fisip 2019 itu. Ia mengatakan patung tersebut menyimbolkan sifat kesederhanaan. Pangeran muda yang memilih berjalan kaki walaupun seorang keturunan bangsawan. Dan pandangan lurus kedepan dari wajah Diponegoro menyimbolkan seorang pangeran yang siap dan percaya diri untuk memberantas kebodohan. 

Tentu makna tersebut diciptakan tidak hanya sebagai sebuah filosofi atau sebatas jawaban untuk orang – orang penasaran dan bertanya tentang keunikan tersebut. Harapan besar dan doa tentu terkandung di dalamnya untukseluruh mahasiswa dan mahasiswi khususnya yang menempuh pendidikan di FISIP UNDIP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *