Berita

Peringatan Hari Ayah Nasional, Superhero Pertama Kita

Share this:

Smartizen, bila kalian cermati hari ini ada yang menarik dengan tampilan awal Google. Hari ini doodle Google cukup berwarna, ternyata untuk ikut memperingati Hari Ayah Nasional, yang jatuh setiap tanggal 12 November. Tanpa mengecilkan peran Ibu, sosok Ayah seringkali memberi perasaan tenang dan aman, ketika berada didekatnya. Sosok Ayah juga seringkali digambarkan sebagai superhero pertama bagi anaknya. Selain rasa aman dan tenang bila didekatnya, smartizen pasti juga rindu jokes-jokes receh ala bapak-bapak kan, hehehe.

Smartizen yang merantau, pasti paham betul bagaimana rasanya rindu kepada Ayah. “Kangen banget, paling dikangenin tuh tiap pagi Ayah gedorin pintu kamar ambil muterin lagu-lagu India buat bangunin aku dan kakak, tapi sekarang ya kalau kangen cuman bisa videocall aja”, ungkap Christin, Mahasiswi Administrasi Bisnis, Undip. Tak jauh berbeda, Devita, mahasiswi Ilmu Pemerintahan juga mengaku rindu quality time berdua dengan sang Ayah, “Kangen gitu, pergi bareng berdua sama Ayah, cerita-cerita juga. Ya sekarang kan cuman bisa lewat videocall atau telpon”. Banyak pula, pengalaman atau kebiasaan unik yang bikin makin kangen Ayah. Devita misalnya yang biasa karoke bareng Ayahnya didepan TV, sementara Christin punya ceritanya sendiri, “Yang paling unik tuh, kita pernah ngikutin kakak waktu dia lagi jalan sama pacarnya”, ungkap Christin. Perbedaan akan sangat terasa bila tidak hadir sosok Ayah secara langsung ketika kita merantau, “Bakal kerasa beda banget sih, kalau di rumah ada Ayah mau kemana-mana udah ada yang anter dan nemenin, jadi ngrasa aman aja, kalau di rantau sih sungkan-sungkan minta ditemani sama temen kost atau kuliah”, ungkap Devita, Sejalan dengan Devita, Christin, mengungkapkan bahwa tanpa ada sosok ayah di dekatnya, dia harus belajar mengatur diri sendiri, “Karena ngga ada tuh omelannya dan nasihat Ayah yang secara langsung, tentunya harus baik-baik dalam manage diri, inget janji sama Ayah ketika berangkat merantau”.

Sejarah Hari Ayah Nasional
Besarnya peran dan jasa seorang Ayah bagi anaknya, mendorong ditetapkannya Hari Ayah Nasional. Peringatan Hari Ayah Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 November pada awalnya, diprakasai oleh Paguyuban bernama Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP). Dilansir dari website Kemendikbud, pada tahun 2014 PPIP tengah mengadakan peringatan Hari Ibu di Solo, pada saat itulah muncul pertanyaan dari hadirin kapan peringatan hari Ayah digelar. Berawal dari pertanyaan ini PPIP mencoba beraudiensi dengan DPRD Surakarta, mengenai kapan hari ayah tersebut. Dalam audiensi tersebut, PPIP juga menanyakan apakah dimungkinkan sebuah lembaga menetapkan hari peringatan nasional.

Setelah melalui kajian panjang, akhirnya pada tanggal 12 November 2016, PPIP melakukan deklarasi Hari Ayah Nasional di dua lokasi bersamaan Surakarta dan Maumere, Flores, NTT. Deklarasi yang mengangkat tema “Semoga Bapak Bijak, Ayah Sehat, Papah Jaya”, sekaligus menjadi acara launching buku “Kenangan untuk Ayah”. Buku tersebut berisi 100 surat anak untuk Ayah, yang dipilih melalui proses Sayembara menulis Surat untuk Ayah. Buku ini kemudian dikirimkan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, tidak hanya itu, untuk mensosialisasikan Hari Ayah Nasional, dikirim pula buku serupa ke para Bupati di 4 penjuru Indonesia, meliputi Sabang, Merauke, Talaud, dan Rote.

Serupa dengan peringatan Hari Ibu, tentunya dengan momentum Hari Ayah Nasional ini, menjadi kesempatan untuk kita mengingat dan berterima kasih atas jasa-jasa Ayah kita. Tak sekedar sebagai pemimpin keluarga, ayah juga menjadi superhero pertama kita, yang selalu melindungi dan memberi kasih sayang untuk kita.

Selamat Hari Ayah Nasional 2019!

Alfonsus Ega
Young - Smart - Impactful Bergerak, berdampak !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *