Acara Hits

Apresiasi Pamungkas Buat Komusikasi 2019

Share this:

Smartizen, siapa sih yang ngga kenal Pamungkas? Seorang solois pria, akhir-akhir ini turut memeriahkan dunia permusikan tanah air dengan karya-karyanya. Musisi asal Jakarta yang tengah naik daun, terlebih lagi setelah rilisnya album keduanya yang bertajuk “Flying Solo” pada Juni 2019 lalu. Musisi yang populer dengan singleSorry” ini, seringkali meramaikan acara musik di tanah air, tak terkecuali di Semarang. Kali ini, tim infotembalang mendapatkan kesempatan eksklusif untuk berbincang dengan Pamungkas.

Di sela-sela kemeriahan acara Komusikasi 2019, tim infotembalang mendapat kesempatan ngobrol dengan Pamungkas. Komusikasi 2019, menjadi penampilan kedua Pamungkas pada pekan yang sama, di Kota Semarang. “Iya ini kedua kalinya untuk minggu ini tampil di Semarang, kaget juga ya bisa segede ini antusiasnya”, ungkap Pamungkas. Memang, antusias terhadap penampilan Pamungkas sangat besar di Kota ini, meskipun sudah tampil di acara lain pada minggu yang sama, namun malam itu sekitar 3000 pasang telinga mendengarkan alunan merdu penampilan Pamungkas. “Ga kebayang juga nih, anak muda sekarang bisa buat acara segede ini.. bayangin lebih dari 2000 penonton dalam satu malam”, terang Pamungkas mengenai ramainya acara malam itu. Dalam penampilannya kali ini, Pamungkas menyampaikan membawakan beberapa aransemen baru pada lagunya.

Penyanyi yang dikenal melalui album perdanya “Walk to Walk” ini, selalu memukau penonton di tiap penampilan dengan lagu-lagunya yang deep. “Kalau inspirasi menulis lagu sih bisa dari mana-mana, dari orang, perasaan sendiri, momen, macem-macem deh”, jawab Pamungkas ketika ditanya mengenai inspirasi penulisan lagu-lagunya. Pamungkas yang telah merilis dua album, ternyata melakukan produksi albumnya pada label miliknya pribadi, Mas Pam Record. Bicara mengenai album, Pamungkas menyampaikan keinginannya untuk memiliki album ketiga, “Tentu pengen album ketiga, yang konsepnya dibuat ‘gue banget’ gitu..”

Pencapaian Pamungkas dengan dua albumnya, ditambah sambutan positif dari masyarakat, tentu bukanlah hal yang mudah dicapai. Bahkan pada awalnya, bermusik bukanlah keinginan utamanya, “Iya ketemu musik juga bukan karena keinginan, bahkan dulu sempat tuli karena lahir cacat usus pendek, harus cangkok dan infus, efeknya kena ke telinga”. Awal perkenalannya dengan musik ternayta melalui alat musik Drum, “Jadi dulu dikenalin musik itu lewat drum, lalu muncul keingingan jadi musisi itu waktu udah nyobain semua industri seni, ternyata rejekinya lebih ke musik”, ungkap Pamungkas menceritkan awal dia memutuskan menjadi musisi.

Melihat perjalanannya yang panjang, Pamungkas berbagi tips untuk menghadapi situasi-situasi beratnya, “Dulu tentu takut banget sih gagal, takut mencoba, tapi setelah berjalan, lu memang perlu tahu gagal dan perlu tahu apa itu sukses”. Pamungkas mengaku terinspirasi juga dengan ucapan dari Tan Malaka, yaitu “Terbentur-terbentur-terbentuk”. Pada akhir percakapan, Pamungkas kasih pesan untuk para Smartizen nih “Perbanyak Gagal!” ucapnya singkat.

Wah keren banget ya, perjalanan karier Pamungkas. Kesuksesannya saat ini ternyata berawal dari sikap pantang menyerahnya. Semoga pesan dari Mas Pam, dapat menginspirasi smartizen semua menuju kesuksesan ya!

dokumentasi: Putrandra Sultan / infotembalang

Alberta Cindy
Ikhlas, bersyukur, senyum. :) Seize your day! Hari ini, kalau tidak kapan lagi?

One Reply to “Apresiasi Pamungkas Buat Komusikasi 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *