Mampir Kampus

Nadia Tiarasari: Berawal dari Mimpi, berangkat ke Malaysia

“Behave and be yourself, smartizen!”

Itulah motivasi dari Tsara, mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Diponegoro 2018 yang saat ini tengah menempuh studi di Malaysia. Infotembalang kali ini mendapat kesempatan untuk bertanya langsung ke Tsara terkait motivasi dan caranya untuk dapat membagi waktu sehingga tetap mampu untuk aktif dalam organisasi namun juga baik dalam hal akademiknya. Yuk kita simak, apa sih yang memotivasi Tsara hingga sampai ke titik ini.

Mahasiswi yang bernama lengkap Nadia Tiarasari ini adalah salah satu penerima beasiswa Dean Scholarship 2019 yang saat ini sedang menempuh studi di Universitas Sabah, Malaysia. Bagi smartizen yang baru pertama kali mendengar, beasiswa ini merupakan bentuk inisiasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro dengan institusi internasional yang bertujuan untuk memungkinkan mahasiswa merasakan pengalaman intercultural (lintas budaya), meningkatkan kemampuan dalam berbahasa asing, dan untuk memberikan gambaran ke mahasiswa bagaimana kondisi terkini dunia profesional di kancah global.

Mahasiswi yang saat ini menempuh semester ke-3 ini mengungkapkan bahwa dirinya bukanlah seorang yang ambisius dalam belajar, serta bukan seorang pemburu beasiswa. Namun, ia memiliki mimpi untuk dapat bisa belajar di luar negeri dengan gratis melalui beasiswa. Berawal dari mimpi inilah, Tsara akhirnya dapat berangkat ke Sabah, Malaysia untuk mewujudkan mimpinya tersebut.

Semenjak mengikuti program kesukarelawanan, Tsara semakin terdorong untuk keluar dari zona nyaman menjadikannya selalu ingin berada pada suatu lingkungan baru yang membuatnya dapat belajar dari nol. Tsara senang mengenal seni, budaya dan kebiasaan orang-orang baru di sekitarnya, yang akhirnya hal ini menjadi suatu pengalaman sekaligus pembelajaran baru baginya. Ia mengungkapkan, “Aku pengen bisa keluar comfort zone. Setelah kemaren ikut volunteer AIESEC, keluar dari comfort zone tuh seru banget! Ya emang barbar sih awal awalnya, haha. But yeah, you only live once! Enjoy it while it lasts!”.

Perempuan kelahiran Jakarta, 16 Desember 2000, aktif menjadi staff Sosial Politik Pengurus Himpunan Jurusan Ilmu Pemerintahan Undip, dan dirinya bergabung kurang lebih dalam 8 kepanitiaan dan organisasi yang sedang diikuti maupun yang telah dirintisnya. Tsara bercerita kepada Infotembalang bahwa sebelum ia meninggalkan Undip untuk melanjutkan studi di Malaysia, sebetulnya ia sedang mengikuti LKMMD-FIB 2019 yang dengan sangat berat hati harus ditinggalkan demi mempersiapkan diri untuk beasiswanya.

Baginya persoalan membagi waktu bukanlah perkara yang mudah, dulu dirinya sering berada dalam situasi harus menghadiri tiga rapat dengan agenda yang berbeda-beda. Untuk dapat tetap hadir dan berpartisipasi pada berbagai kegiatan yang berbeda ini, Tsara membuat suatu daftar prioritas. Daftar prioritas ini disusun berdasarkan seberapa besar pengaruh dirinya dalam suatu kepanitiaan. Dengan begitu maka akan dapat diketahui mana kegiatan yang lebih penting dan mana yang tidak terlalu penting. Di tengah kesibukannya ini, Tsara menemukan suatu keseruan tersendiri, hal ini diungkapkannya saat ditanya oleh tim Infotembalang, “Aku suka banget pada waktu-waktu aku sibuk karena rasanya kamu membuat impact yang besar entah untuk diri sendiri atau lingkunganmu”.

Tidak lupa, Tsara juga bercerita mengenai bagaimana dirinya menggunakan media sosial. Baginya media sosial adalah sarana untuk bersenang-senang, yang paling penting dari sosial media adalah fungsinya untuk dapat membagikan informasi ke teman-teman dan orang sekitar. Tsara secara pribadi berpendapat bahwa media sosial juga dapat banyak berdampak negatif, dikarenakan seseorang dapat menghabiskan waktu hingga berjam-jam untuk bermain media sosial, seperti yang dialami dirinya saat ini. Dalam sehari Tsara menghabiskan lebih dari 2 jam untuk berselancar di media sosial. Namun, hal positif yang didapatkannya di antaranya ia menjadi bisa tau apa yang sedang terjadi di dunia luar dan hal ini membuatnya menjadi seorang yang paling update soal berita internasional dibanding teman-temannya.

Terakhir, perempuan dengan akun Instagram @tsarabae ini membagikan tips untuk smartizen agar dapat lolos dalam seleksi beasiswa. Ia mengatakan bahwa pada dasarnya seleksi tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan. Selama kita memiliki kemampuan untuk bisa menulis menggunakan Bahasa Inggris, kuncinya terletak salah satunya pada esai yang berisikan motivasi dirimu untuk mengikuti beasiswa. Sedangkan di waktu wawancara smartizen sebaiknya mengusahakan untuk terlebih dahulu mempelajari teknik wawancara beasiswa, baik di youtube ataupun internet. Tetap tenang dan usahakan jangan sampai salah berbicara, serta terkahir adalah menjaga perilaku dan jadilah dirimu sendiri.

Itu dia smartizen, kisah dari Tsara dalam mewujudkan mimpinya dan bagaimana tips untuk membagi waktu. Semoga smartizen juga dapat mewujudkan mimpi seperti Tsara ya!

Alfonsus Ega
Young - Smart - Impactful Bergerak, berdampak !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *