Berita

KKN di Desa Banaran, Mahasiswa Undip Ajak Warga Manfaatkan Limbah Kulit Kopi

Smartizen tau nggak, kalau ternyata limbah bisa diolah menjadi media tumbuh tanaman? Limbah merupakan permasalahan yang sampai sekarang ini masih banyak dijumpai di sekitar kita. Berbagai macam limbah dapat dijumpai di sekitar lingkungan terdekat baik limbah organik maupun limbah anorganik. Limbah menjadi suatu permasalahan apabila tidak dapat diolah dan apabila memberikan dampak buruk kepada lingkungan seperti pencemaran. Minimnya pengetahuan menjadi sumber dari timbulnya masalah limbah ini, seperti halnya limbah kulit kopi yang dapat smartizen temukan di Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Cara pemanfaatan limbah kulit kopi rupanya masih belum banyak diketahui oleh masyarakat Desa Banaran. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai pemanfaatan limbah kulit kopi menyebabkan limbah kulit kopi menjadi suatu masalah yang timbul di masyarakat. Masyarakat masih sulit dalam mencari solusi untuk memanfaatkan kembali limbah kulit kopi tersebut.

Program Revolusi Mental telah dibentuk oleh Pemerintah melalui Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (KEMENKO PMK) dengan sasaran seluruh masyarakat Indonesia. Melalui praktiknya, Gerakan Revolusi Mental melibatkan Perguruan Tinggi yang mana sebagai pencetak generasi intelektual atau agen perubahan sebagaimana dalam salah satu Tridharma perguruan tinggi yaitu “pengabdian” yang diwujudkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berjudul KKN Revolusi Mental.

Program KKN Revolusi Mental berpusat pada tiga aksi yaitu Indonesia Bersih, Indonesia Melayani, dan Indonesia Mandiri. Dalam hal ini tidak semua desa menjadi sasaran  program Revolusi Mental, hanya terdapat beberapa desa yang terpilih, salah satunya Desa Banaran.

Terdapat tujuh tambahan program multi disiplin yang diberikan oleh mahasiswa KKN Desa Banaran, yaitu Pendampingan Izin Usaha Mikro (IUM), Pendampingan Izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), Optimalisasi Potensi Desa, Bersih Desa, Pembentukan Sistem Informasi Desa (SID), Publikasi Kegiatan, dan Pembuatan Video dari kegiatan program Revolusi Mental. Dari keseluruhan program tersebut, mahasiswa wajib menjalankan program selama penerjunan berlangsung di tengah masyarakat.

Desa Banaran memiliki banyak potensi yang dapat digali. Banyaknya potensi seperti kopi, kerajinan sapu ijuk, dan gula aren dapat diwujudkan melalui program Optimalisasi Potensi Desa. Peluang tersebut tidak disia-siakan oleh Mahasiswa KKN Undip Tim II 2019 yang mengabdi di Desa Banaran. Program dilaksanakan dengan pengenalan dan pendampingan pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai media tanam dalam program tani pekarangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (3/8), mahasiswa juga membagikan selebaran mengenai cara pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam serta mempraktikkan pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam kepada ibu-ibu PKK.

“Kopi merupakan salah satu potensi terbesar di Desa Banaran sehingga banyak limbah yang dihasilkan dari kulit kopi, maka dari itu tidak ada salahnya mencoba membuat limbah pertanian kopi yang kemudian dikembalikan lagi unuk keperluan pertanian. Dari limbah menjadi media tanam bagi tani pekarangan.” Tutur Elia, selaku pemateri dalam kegiatan tersebut.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pengolahan limbah kulit kopi menjadi media tanam cukup mudah diperoleh, yaitu kulit kopi kering dan basah masing-masing 5 kg, air, pupuk kandang, larutan EM-4, dan tetes tebu. Adapun langkah-langkahnya juga cukup sederhana dan tidak sulit dilakukan. Pertama, siapkan limbah kulit kopi kering dan basah masing-masing 5kg. Kemudian limbah kullit kopi dicacah menjadi kecil-kecil (untuk kulit basah boleh ditumbuk menggunakan lesung). Kedua, tambahkan pupuk kandang secukupnya. Ketiga, tambahkan 100 ml larutan EM4 dan 2 sdm tetes tebu yang sudah dilarutkan ke dalam limbah kulit kopi dan diaduk-aduk agar bahan tercampur rata. Selanjutnya bahan-bahan tersebut dimasukkan ke dalam bak dan ditutup rapat dengan plastik selama satu minggu agar terjadi fermentasi sembari melakukan homogenisasi biomassa dengan pengadukan. Kompos sudah dapat digunakan setelah fermentasi matang.

Antusiasme ibu-ibu PKK dalam mengikuti kegiatan tersebut cukup besar. Hal ini terbukti dari banyaknya diskusi serta pertanyaan yang diajukan. Mahasiswa KKN Undip Tim II berharap kegiatan tersebut menjadi solusi pemanfaatan limbah kulit kopi bagi warga Desa Banaran, Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung.

Alberta Cindy
Ikhlas, bersyukur, senyum. :) Seize your day! Hari ini, kalau tidak kapan lagi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *