Berita

472 Tahun Kota Semarang, City of Tolerance

Smartizen, 2 Mei ini ada yang lagi ulang tahun lhoo. Bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, Kota Semarang merayakan hari jadinya yang ke 472 tahun. Dikutip dari tribunnews, sebagai salah satu kota metropolitan di Indonesia, Semarang tidak hanya dipenuhi warga lokal, tapi juga masyarakat luar kota contohnya Kawasan Tembalang, yang banyak disinggahi mahasiswa perantau. Bagi mereka yang berada jauh dari rumah, Semarang sudah menjadi rumah kedua yang meninggalkan kesan tersendiri.

Sissy Gunawan, mahasiswi asal Jakarta yang kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro berpendapat bahwa Semarang adalah kota yang ramah, “Full of good people loh Semarang ini, ramah sekali orang-orangnya termasuk abang ojek!”. Senada dengan Sissy, Chrisintya Mauli, mahasisiwi Universitas Diponegoro asal Medan ini juga merasakan warga Semarang sangat ramah, termasuk pada para pendatang. Tidak hanya itu, Steven Theonald menganggap Semarang sebagai “city of tolerance”. “Semarang buat aku adalah city of tolerance! Semua orang dari berbagai latar belakang bisa hidup berdampingan dengan damai dan menghargai satu sama lain”, ungkap mahasiswa asal Riau ini pada Infotembalang. Selain dari sikap warganya, menurut Chrisintya penataan kota di Semarang cenderung rapi, jalan-jalan yang luas didukung dengan banyaknya taman kota menjadi daya tarik tersendiri. Pendapat ini didukung oleh Sisi Gunawan yang merasa nyaman dengan situasi Kota Semarang, tidak terlalu macet dan tidak banyak polusi, bila dibandingkan kota asalnya.

Tapi tak dipungkiri, masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan dari Semarang. Steven menilai sarana hiburan di Semarang, contohnya mall, masih terbatas. Sebagai mahasiswa yang seringkali penat dengan perkuliahan, Steven berharap ada sarana hiburan yang membantu mahasiswa melepas penat dari rutinitasnya. Sedikit berbeda dengan Steven, Chrisintya berpendapat di Semarang minat mengikuti seminar dan workshop cenderung rendah, padahal menurutnya telah banyak event diadakan, khususnya oleh kampus-kampus, yang dapat membantu self improvement warga Semarang. Sementara itu, Sisi Gunawan menilai Semarang masih kurang lapangan pekerjaan, khususnya untuk fresh graduate, serta industri kreatif yang belum terlalu berkembang di Kota Lunpia ini.

Semarang dengan berbagai pesonanya telah menjadi rumah yang nyaman baik untuk warga lokal maupun perantau. Tentu Semarang tidak sempurna, banyak yang perlu diperbaiki, Sebagai masyarakat yang tinggal di Semarang, baik warga lokal semarang maupun yang rantau, harus turut menjaga dan membangun Semarang menuju lebih baik. Selamat Ulang Tahun ke 472 Kota Semarang, semoga terus berbenah ke arah lebih baik!

photo by: @sipits

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *